Polisi Proses Pengrusakan Aset Negara di UHO

oleh -139 views
Salah satu bagian ruangan yang rusak terkena lemparan batu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Aksi unjuk rasa meminta SK Rektor No 2404 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum (BLU) agar dicabut, yang dilakukan ratusan mahasiswa yang tergabung ke dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Senin, (23/9/2019) terbilang sukses. SK 2404 kini telah dicabut.

Namun, aksi tersebut masih menyisahkan problem, sejumlah ruangan di Gedung Rektorat UHO mengalami kerusakan. Inventarisir UHO, ada lima rungan yang rusak seperti Ruang Sub Bagian Humas UHO, Ruang Penyimpanan Sound System Sub Bagian Rumah Tangga, Ruang Lembaga Pengembanagn dan Penjamin Mutu Pendidikan (LPPMP), ruang Lembaga Pengembangan Sistem Informasi (LPSI), ruang UPT Kearsipan UHO.

Tidak hanya itu, pintu masuk dan keluar  gedung Rektorat juga pecah.  Selain itu 1 (satu) unit mobil dinas Ketua Senat UHO dengan Nomor Polisi DT. 1435 juga rusak, 1 unit mobil merek Honda BR-V dengan Nomor Polisi DT. 1577 QE milik Sekretaris Lembaga Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan (LPPMP), 1 unit mobil Honda Brio DT 1028 ME milik Kepala Sub Bagian Perencanaan, 1 unit mobil Toyota avanza DT. 1504 ME milik Kepala UPT Kearsipan UHO, Gapura Gedung Rektorat, kaca ruangan staf rektor lantai 4 gedung Rektorat UHO.

Rektor UHO, Prof Muhammad Zamrun saat menggelar konfrensi pers, Selasa (23/9/2019) mengatakan ruangan yang rusak merupakan fasilitas negara yang diamanahkan ke UHO untuk digunakan sebaik – baiknya.

“Soal pengrusakan, inikan fasilitas negara, bukan fasilitasnya Zamrun. Ya kalau misalnya milik negara dirusak, ya biar aparat hukum yang proses,” ujar Prof Zamrun.

Pada kesempatan berbeda, Anggota Tim Kuasa Hukum UHO, Sitti Aisah Abdullah mengatakan pihaknya sudah melaporkan pengrusakan tersebut ke Polda Sultra.

“Kami telah melapor resmi ke Polda, siapapun pelaku pengrusakan gedung Rektorat Universitas Halu Oleo harus diberi sanksi sesuai dengan perbuatan pidana yang dilakukannya, apalagi yang menjadi korban dalam hal ini adalah Negara (Universitas Halu Oleo), kerugian keuangan negara yang dialami oleh Universitas Halu Oleo kurang lebih Rp 300 juta rupiah”, ungkap Sitti Aisah Abdullah.

Lebih lanjut, Sitti Aisah menambahkan bahwa pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti.

“Tim Penyelidikan Polda Sultra, Selasa, 24 September sekitar pukul 14.30 Wita langsung mendatangi dan melakukan identifikasi di gedung Rektorat UHO,” ungkapnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •