Gerindra Sultra Pindah Tangan, Konstalasi Berubah

oleh -145 views
Penulis : Aktivis Muda Konawe Kepulauan (Konkep), Jubirman

Oleh: JUBIRMAN (Aktivis Muda Konkep)

KENDARI – Arena perhelatan Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara telah mulai disiapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Percaturan politik sudah mendekati babak final. Beberapa calon mulai mendeklarasikan diri dengan pasangannya. Selain Rusda Mahmud yang telah lebih dulu deklarasi pasangan dengan Sjafei Kahar, nama lain pula yang kini ikut mendeklarasikan diri adalah Politisi Senior Sultra, Ali Mazi yang tak pernah gentar menghadapi Pilgub meski dua periode sebelumnya selalu berakhir gagal. Mantan Gubernur Sultra ini kembali hadir dan kini mulai berani bicara 02-nya. Pilihan yang tepat jatuh pada Sekretaris Daerah Sultra, Lukman Abunawas.

Selain Rusda Mahmud (RM) – Sjafei Kahar (SK) dan Ali Mazi (AM) – Lukman Abunawas (LA), nama lain yang disebut-sebut juga ikut meramaikan Pilgub dengan pasangannya yang terhembus melalui tim suksesnya dan ramai diperbincangkan di Media Sosial adalah pasangan Asrun (ASR) – Amirul Tamim (AT) dan pasangan Laode Masihu Kamaluddin (LMK) – Tina Nur Alam (TNA).

Selain mulai mendeklarasikan pasangan, para figur pula semakin intens berebut “Tiket masuk” di arena Pilgub. Menurut amatan para pengamat bahwa partai yang akan menentukan poros dan arah Pilgub adalah PAN, Golkar, dan Demokrat. Sehingga dimungkinkan Pilgub akan diwarnai 3 pasangan atau bisa berpotensi head to head (dua pasangan).

Tetapi disisi lain, Gerindra, Hanura, dan PKS juga tak bisa dianggap remeh. Konstelasi politik pusat dimungkinkan akan mempengaruhi pilkada serentak 2018. Hal ini untuk kepentingan politik di pesta demokrasi 2019. Tepat 28 Juli 2017, Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Partai Demokrat resmi mendeklarasikan diri dengan nama “Koalisi Umat”.

Selain Presiden Jokowi, salah satu figur kuat yang mampu mengimbangi Petahana adalah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Jika “Koalisi Umat” akan tetap solid dan kemesraannya juga ditunjukkan lewat Pilkada Serentak 2018, maka dipastikan tiket menang 2019 hampir berada di tangan.

Peta Politik Gerindra di Sultra

Gerindra sebagai pemimpin poros di Koalisi Umat akan lebih kuat jika koalisinya tidak “cerai”dengan partai-partai koalisi di Pilkada 2018. Jika di Pilgub Jabar, Jateng, Jatim, dan Sulsel tetap erat tali koalisi, maka Pilgub Sultra juga dipastikan akan erat pula.Sehingga Partai Gerindra akan ikut menentukan arah Pilgub Sultra mendatang.

Peta koalisi Gerindra Sultra, menurut amatan beberapa pengamat bahwa Gerindra yang dinahkodai H. Imran di Sulawesi Tenggara sangat dekat dengan Asrun yang diketahui sebagai besanan. Sehingga dukungan Partai Gerindra untuk Pilgub Sultra 2018 hampir dipastikan diarahkan ke Asrun.

Akan tetapi cerita “Pindah Tangan”-nya Gerindra di injury time pilkada sempat terjadi di Sultra. Ketika itu masih hangat-hangatnya Pemilihan Walikota Kendari, tiba-tiba masyarakat Sultra dikejutkan dengan pergantian Anton Timbang ke H. Imran sebagai pimpinan Gerindra di Sultra pada tahun 2016 lalu.

Jika saja Gerindra Sultra akan kembali mengulang sejarahnya dengan memindah tangankan nahkoda partai, maka konstelasi politik Sultra dipastikan akan berubah drastis. Dukungan pun akan dipindahkan ke pemimpin yang baru.

Jika ini terjadi dan Gerindra, PKS, PAN, Demokrat tetap solid dari koalisi pusat, maka dipastikan figur yang kuat dan masuk dalam bursa 3 pasangan atau head to head itu adalah figur yang direkomendasikan dari Partai Gerindra.

Penulis : Jubirman