Ada Pungli di Fakultas Hukum UHO ?

oleh -198 views
Massa aksi saat membakar ban bekas di depan Fakultas Hukum UHO, tampak kepulan asap hitam masuk ke beberapa ruang perkuliahan di Fakultas Hukum. Foto : Awi / anoatimes.id
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

ANOATIMES.ID, KENDARI – Berbeda dengan hari-hari seperti biasa, dimana proses perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari berjalan dengan baik, namun, Rabu (27/12/2017), proses perkuliahan di Fakultas harus di warnai dengan adanya aksi unjuk rasa dari sejumlah mahasiswa yang tergabung ke dalam Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Hukum yang menuntut adanya tindakan tegas dari Dekan Fakultas Hukum terhadap seorang dosen yang di duga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap mahasiswa.

Aski sejumlah mahasiswa tersebut berawal dari adanya seorang korban yang di duga telah menjadi korban praktik pungli oleh seorang oknum dosen, yang meminta uang Rp 250 ribu kepada seoarang mahasiswa yang baru saja menyelesaikan ujian proposal perdata.

Kordinator massa aksi, Dayat kepada sejumlah media mengatakan ada seorang mahasiswa yang ketika usai menjalani ujian proposal perdata, diminta uang senilai Rp 250 ribu oleh seorang oknum dosen, dan pada karena saat itu, korban hanya memiliki uang Rp 200 ribu, akhirnya korban menyerahkan uang Rp 250 ribu tersebut ke oknum dosen yang sudah menunggu dirinya keluar dari ruangan ujian.

Baca Juga : Sindir Prof Masihu, Relawan Muda Masihu: UB Perlu Belajar Lagi

“Pada saat itu, korban baru saja selesai ujian proposal perdata, dan di tangga korban di temui oleh oknum dosen yang menyanyakan berapa isi amplop, dan korban bilang Rp 50 ribu, kemudian oknum dosen tersebut lalu meminta lagi Rp 250 ribu, karena saat itu uang si korban hanya Rp 200 ribu, korban berikanlah uang itu,” ujar Dayat.

Lanjut, Dayat menambahkan bahwa sebelumnya pernah ada hearing antara pihak fakultas dan oknum dosen tersebut, dan oknum dosen tersebut sudah diberikan sanksi ringan, namun disini pihaknya meminta agar pihak fakultas bersikap tegas dengan memberikan sanksi berat yakni penonjopan oknum dosen tersebut.

“Pernah sudah hearing dan dekan memberikan sanksi ringan, disini kami meminta agar oknum dosen tersebut di nonjob,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UHO, Muhammad Djufri mengatakan pihak fakultas sudah coba melakukan kores cek kepada isu tersebut namun tidak ada bukti yang menyatakan oknum dosen tersebut melakukan praktik pungli kepada mahasiswa.

“Kita sudah panggi oknum dosen yang tertuduh dan juga mahasiswa yang disuga menjadi korban, namun tidak ada bukti yang bahwa oknum dosen itu melakukan pungli, dan korbanpun sampai saat ini belum melapor ke kami, hanya lewat teman-temannya saja, ya laporlah ke kami dan bawakan buktinya biar kami proses,” tutur Djufri.

“Saat ini kita sudah berikan sanksi kepada oknum dosen tesebut dengan tidak lagi membimbing dan menguji mahasiswa. Bila terbukti melakukan pungli maka kita tidak akan segan-segan memberikan sanksi berat,” katanya.

pantauan anoatimes.id, dalam melakukan aksinya, massa aksi membakar beberapa ban bekas sehingga kepulan asap hitam tampak masuk ke beberapa ruangan Fakultas Hukum.

Laporan : Awi

  •  
    7
    Shares
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •