AJP atau Siska, PDIP Pilih Mana ?

oleh -92 views
Ketua DPC PDIP Kota Kendari, H Ishak Ismail SH
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Dua nama Calon Wakil Wali Kota Kendari sisa masa jabatan 2017-2022 sudah masuk ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari. Keduanya ialah dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM (Siska) dan Adi Jaya Putra, B. Bus., M. Com. (AJP).

Dengan masuknya dua nama Calon Wakil Wali Kota Kendari sisa masa jabatan 2017-2022, DPRD Kota Kendari segera melakukan tahapan pemilihan Calon Wakil Wali Kota Kendari. Berdasarkan surat pengumuman DPRD Kota Kendari, pendaftaran akan dimulai pada 17 Februari hingga 19 Februari 2020, Rapat Paripurna Pemilihan dan Penetapan Wakil Wali Kota Kedari pada 5 Maret 2020.

Lantas siapa yang akan dipilih PDIP Kendari sebagai sebagai pemilik 5 suara di DPRD?

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Kendari H Ishak Ismail mengatakan sejauh ini PDIP masih belum menentukan sikap siapa yang akan dipilih dari kedua nama yang sudah masuk di DPRD.

“Untuk saat ini kita (PDIP) belum tentukan sikap,” ujar Ishak Ismail saat ditemui dikediamannya, Kamis (13/2/2020) malam.

Namun, kata Ishak Ismail di akhir pekan ini DPC PDIP Kota Kendari akan menggelar rapat untuk membahas terkait Pemilihan Calon Wakil Wali Kota Kendari sisa masa jabatan 2017-2022.

“Kami akan segera rapat malam minggu ini, untuk membicarakan ini (Pemilihan Wakil Wali Kota Kendari) secara serius,” katanya.

Ishak menambahkan untuk menentukan pilihan, dirinya sebagai Ketua DPC PDIP Kota Kendari tidak bisa mengambil keputusa sendiri, sebab dirinya sangat menjunjung tinggi demokrasi. Untuk itu, dalam rapat yang akan digelar akhir pekan nanti, dirinya akan meminta pandangan dari fraksi PDIP di DPRD.

“Saya sebagai ketua lebih merespon masukan dari teman-teman (Fraksi PDIP). Karena mereka yang menjalankan dan berdinamika di DPRD Kota Kendari,” ujarnya.

Nantinya, ketika sudah ada keputusan tentang dukungan akan diberikan ke siapa, lanjut Ishak menegaskan partai sudah memiliki aturan bagi siapa yang tidak mengikuti keputusan partai maka akan diberikan sanksi.

“Kalau ada anggota fraksi yang balelo (tidak mengikuti keputusan partai), Sanksinya PAW,” tegas pria yang akrab disapa anak lorong itu.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •