Ali Abdin : Aktivitas Bupati Mubar di Muna Salah Ditafsirkan Asisten I Muna

oleh
Kabag Humas dan Protokoler Pemerintah Kabupaten Muna Barat, Ali Abdin

ANOATIMES.ID, MUBAR – Sikap Pemerintah Kabupaten Muna yang ditunjukan melalui Asisten I Muna, Laode Ruslan dinilai keliru oleh Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar). Melalui Kabag Humas dan Protokoler Pemerintah Mubar, Ali Abdin mengatakan sikap Pemerintah Muna sebagai respon dengan adanya aktivitas Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada di Muna merupakan penafsiran yang salah.

Ali Abdin menjelaskan kedatangan Bupati Mubar di Muna yang menghadiri beberapa kegiatan masyarakat semata – mata hanya memenuhi undangan masyarakat yang ditujukan kepadanya. Sedangkan respon dari Pemerintah Muna yang ditunjukan Laode Ruslan dengan meminta Kemendagri dan Gubernur untuk menegur Bupati Mubar merupakah salah penafsiran dan menunjukan adanya kegalauan politik.

“Kalau itu (kunjungan rajiun ke Muna) dinilai sebagai bagian dari politik itu adalah keliru. Pak Rajiun ke Muna itu untuk memenuhi undangan masyarakat,” kata Ali Abdin, saat dijumpai diruang kerjanya, Jumat (2/7/2019).

Dirinya menegaskan bahwa Kabupaten Muna merupakan Kabupaten Induk dari Kabupaten Mubar. Masyarakat Mubar juga dulunya merupakan masyarakat Muna namun saat ini terpisah dari administrasi kepemerintahan. “Beliau (Rajiun, red) ini juga bagian dari masyarakat Muna. Tidak mendekotomikan atau membedakan antara masyarakat Muna dan Mubar. Makanya apa yang disampaikan LM. Ruslan Ibu, selaku Asisten I Pemkab Muna keliru,” tegasnya.

Ali Abdin juga menjelaskan bahwa kunjungan Bupati Mubar ke Muna tidaklah menggangu roda pemerintahan di Mubar, sebab kunjungan tersebut dilakukan setelah jam berkantor berkahir.

“Pak Bupati (Rajiun, red) masuk Muna menghadiri undangan tercatat pukul 16.30 wita. Sementara jam kantor sampai pukul 15.30 wita. Jadi tidak mengganggu roda pemerintahan. Lagi pula Mubar saat ini tengah giat-giat membangun dan itu bisa dibuktikan,” ujarnya.

Untuk itu, janganlah salah menafsirkan kedatangan Bupati Mubar ke Muna sebagai bentuk dari kegiatan politik, Pilkada Muna masih jauh. “LM Ruslan itu banyak berpengalaman dalam dunia birokrasi, tetapi harus lebih banyak lagi belajar tentang sistem pemerintahan. Perlu kah saya rincikan secara detail perjalanan seorang bupati dihadapan dia (Laode Ruslan, red) terkait dengan kerja-kerja pemerintahan dan pembangunan. Harus bedakan mana kerja pemerintahan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan,” ungkapnya.

“Sudahlah ada upaya politisir hingga ingin memutus mata rantai hubungan sosial antara masyarakat Muna dengan Pak Bupati Mubar. Masyarakat sendiri yang undang karena atas kecintaan mereka terhadap Rajiun yang juga notabenenya sebagai bagian dari warga dan suku Muna,”tutupnya.

Laporan : Dery