Ali Mazi: PT Antam Harus Bermohon Eksekusi

oleh -90 views
Gubernur Sultra, Ali Mazi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Tumpang tindih Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) antara PT Antam dan belasan perusahaan pertambangan hingga saat ini tidak kunjung tuntas. Terakhir, Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan keputusan di tahun 2014 dengan isi IUP PT Antam harus dihidupkan kembali dan IUP lain diatasnya harus diciutkan.

Gubernur Sultra, Ali Mazi yang ditemui di salah satu hotel di Kendari mengatakan PT Antam sebagai pihak yang dimenangkan seharusnya bermohon untuk meminta eksekusi atas putusan MA tahun 2014 silam.

Baca Juga : MA Menangkan PT Antam, 13 IUP Diciutkan

“Kalau sudah ada putusan pengadilan, putusan pengadilan ini kan bisa dilaksanakan harus telebih dahulu melalui eksekusi dulu,” kata Ali Mazi, Senin (26/11) kemarin.

Menurut Ali Mazi, tanpa adanya permintaan eksekusi maka putusan MA 2014 tersebut tidak dapat dilakukan, dan perusahaan-perusahan yang IUPnya tumpang tindih tentu tetap merasa memiliki.

“Ya mestinya pihak PT Antam minta pengadilan untuk melakukan eksekusi terhadap putusan yang mereka miliki. Ini makanya kita juga bingung ini, tanpa dilaksanakan eksekusi tentu perusahan itu juga masih merasa memiliki. Nah inikan sulitnya,” kata orang nomor wahid di Sultra itu.

Berikut 13 perusahaan yang IUP nya tumpang tindih di lahan PT Antam Tbk :

1. CV Ana Konawe
2. CV Malibu
3.CV Yulan Pratama
4. PT Andhikara Cipta Mulia
5. PT Avry Raya
6. PT Hafar Indotech
7. PT James Armando Pundimad
8. PT Karya Murni Sejati 27
9. PT Mughni Energi Bumi
10. PT Rizqi Cahaya Makmur
11. PT Sangia Perkasa Raya
12. PT Sriwijaya Raya
13. PT Wanagon Anoa Indonesia 3

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •