Alumni 89 SMPN 3 Puuwatu Kendari Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir di Konut

oleh

ANOATIMES.ID, KENDARI – Banjir di Kabupaten Konawe Utara (Konut) masih menyisakan kesedihan dan trauma terhadap masyarakat terdampak banjir.

Kehilangan tempat tinggal, kehilangan mata pencaharian, hanya tersisa pakaian di badan. Derita masyarakat terdampak banjir diperparah lagi dengan penyakit yang mengancam korban banjir di tenda – tenda pengungsian.

Senin, (1/7/2019) Alumni 89 SMA Puwaru Kendari, menyakurkan bantuan terhadap para korban banjir di Konut, salah satunya di Desa Tapuwatu, Kecamatan Asera.

Ketua Alumni 89 SMPN 3 Puuwatu Kendari Ardiansyah melalui anggotanya yakni Suhardin menjelaskan bahwa, bantuan yang disalurkan oleh rekan-rekan alumni-nya ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama umat manusia khusunya untuk korban banjir di Konut.

”Jadi kami bersama teman-teman, kemarin telah membawa bantuan di salah satu Desa yang ada di Konut. Dimana bantuan itu merupakan bentuk kepedulian Alumni SMPN 3 Puuwatu Kendari kepada sodara-sodara kita yang terkena banjir, apalagi saat tiba di sana hati kami merasa sedih melihat kondisi mereka, “unkapnya, Senin (1/7/2019).

Olehnya itu kata Suhardin, Agar kiranya bantuan yang telah disalurkan oleh pihaknya, mampu berguna dan meringankan beban para korban banjir di Desa Tapuwatu, Konut, ” Walaupun tak seberapa bantuan kami ini, semoga bisa bermanfaat dan berguna bagi para korban banjir disana, “ucapnya.

Usai menyerahkan bantuan kepada korban banjir, para alumnni ini juga menyempatkan waktu berkeliling di beberapa tenda pengungsian yang ada di Desa Tapuwatu, Kecamatan Asera, Konut.

Untuk diketahui dalam pemberitaan sebelumnya, banjir yang melanda Kabupaten Konut pada beberapa waktu lalu juga menghancurkan rumah-rumah warga diwilayah itu. bahkan infrastruktur sarana umum juga ikut rusak akibat terjangan banjir yang disebabkan intensitas hujan yang terus-menerus mengguyur wilayah bumi anoa ini pada bulan lalu.

Tak hanya di Konawe Utara, Kabupaten Konawe dan Konsel juga sempat di amuk terjangan banjir. Alhasil warga yang terdampak banjir di tiga kabupaten itu, terpaksa harus mengungsi di tenda-tenda pengungsian yang telah disiapkan oleh para instansi pemerintah, BPBD, TNI-Polri, Basarnas dan para relawan.

Laporan : Awi