Alumni Cerdas Sultraku: Terima Kasihku, Kado Ultah Teruntuk Nur Alam

oleh -108 views
Penulis, Jubirman, S.Pd
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Oleh : Jubirman (Alumni Cerdas Sultraku asal Konawe Kepulauan)

KENDARI – Tepatnya, 05 Juli 2017 Gubernur Sulawesi Tenggara Dr. H. Nur Alam, SE, M.Si resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah lebih dari tujuh jam diperiksa, Nur Alam keluar dari Gedung KPK dengan mengenakan rompi oranye berlogokan KPK. Saat-saat itulah “Sultra Berduka”, masyarakat Sulawesi Tenggara terpaksa harus menangis setelah orang nomor wahid di Bumi Anoa tersebut menjadi tahanan KPK meski hanya 20 hari.

Terlepas dari itu semua, kami sebagai  Alumni Cerdas Sultraku masih memposisikan Beliau sebagai figur Bapak Pendidikan Sultra. Ditangannya-lah, Sulawesi Tenggara berhasil mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul nan berkualitas yang berjumlah ribuan. Mereka adalah para pemuda Sultra berekonomi lemah namun berprestasi yang selama ini tidak pernah tersentuh oleh tangan-tangan hangat Pemerintah Daerah.

Program unggulan dan mendapat rekor Muri di tahun 2011 ini adalah restorasi pendidikan dalam hal pengiriman mahasiswa besar-besaran dalam skala ribuan untuk menuntut pendidikan yang fenomenal dikenal dengan sebutan program Beasiswa “Cerdas Sultraku”.

Program beasiswa Cerdas Sultraku merupakan program kerja sama bidang pendidikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara bersama institusi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Program ini berlangsung selama 3 tahun dimulai dari tahun 2011 sampai tahun 2013.

Kini, program tersebut telah berhasil mencetak 2.538 alumni yang berkualitas. Program ini digulirkan sejak tahun 2011 melalui Memorandum of Understading (MoU) dengan beberapa universitas, seperti Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Universitas Halu Oleo, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, termasuk melalui Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi.

Berkat Bapak Dr. H. Nur Alam, M.Si yang meluncurkan program Cerdas Sultraku, sebagian besar anak-anak Sulawesi Tenggara yang berasal dari kalangan ekonomi lemah bisa ikut meraih mimpinya dengan mengenyam pendidikan di berbagai daerah, termasuk di Tanah Jawa.

Mereka adalah anak-anak Sultra yang jikalau tidak ada beasiswa ini maka terpaksa harus ikut menyumbangkan diri dalam daftar angka pengangguran di negeri ini, yang dikarenakan kondisi ekonomi orang tua berada dibawah garis kemiskinan.

Ucapan terima kasih tak terhingga dan rasa syukur terikut haru kepada Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Nur Alam, M.Si yang telah menginisiasi program beasiswa ini. Hari ini, 09 Juli 2017 adalah hari terindah bagi orang tua kita, H. Nur Alam, M.Si yang telah memperingati hari lahirnya ke 50. Meski memperingatinya di balik jeruji besi, tetapi doa kami, “Anak-Anakmu” selalu menyertaimu. Semoga Allah selalu melindungimu wahai “Sang Ayah”.

Bersama Prof Dr Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc, M.Eng sebagai rektor Unissula Semarang, Nur Alam resmi mengirimkan putra-putri terbaik Sulawesi Tenggara yang dibawa ke Unissula pada 2011 silam. Satu persatu, kini mereka telah mewarnai kampus tersebut dengan segudang prestasi. Sebut saja Laode M Idris asal Buton Selatan yang berhasil memenangkan Kontest Robot Internasional (KRI) di Amerika Serikat.
Muh Iksan Sanusi (Kendari), Wardi (Bau-Bau), dan Slamet Setioboro (Kolaka), adalah deretan tiga nama yang didaulat sebagai Mahasiswa Berpestasi (Mawapres) Unissula pada tiga tahun berturut-turut.

Bukan hanya itu, berbagai dana hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Dikti pun banyak dijuarai oleh anak-anak Sulawesi Tenggara yang menempuh studi di Unissula. Salah satunya adalah ide “Penanaman Semangat dan Jiwa Kewirausahaan Anak-Anak Jalanan Kawasan Pasar Johar dengan Pemberian Pelatihan Pembuatan Telur Berbagai Rasa” berhasil didanai oleh dikti pada tahun 2012.M ereka adalah Jubirman asal Konawe Kepulauan, Muh Ary Anshori Hadi asal Konawe Selatan, La Madira asal Buton Tengah, dan Khairul Amry Amiruddin asal Konawe.

Di aspek keorganisasian ada pula nama Muh Dias Saktiawan asal Konawe yang hingga kini masih tercatat sebagai Presiden BEM Unissula. Ada pula nama Waode Nursalam asal Kabupaten Muna yang menjabat sebagai Ketua Umum HMI-Wati Cabang Semarang dan Hasran asal Bau-Bau yang kini diamanahi sebagai Ketua Umum HMI Korkom Unissula.

Beberapa organisasi ekstra kampus Unissula pun kini banyak dipimpin oleh mahasiswa-mahasiswa asal Sulawesi Tenggara, mulai dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gema Pembebasan, PMII, dan SMI. Dan masih banyak lagi deretan prestasi-prestasi lain yang diraih mahasiswa asal Sulawesi Tenggara di Unissula.

Tentu niatan membangun Sulawesi Tenggara oleh Bapak Dr. Nur Alam, M.Si dengan melakukan restorasi pendidikan dalam melahirkan SDM yang berkualitas tidak hanya mencari sensasi dan menaikan elektabilitas belaka, tetapi niatan ini sangat terinspirasi besar dari majunya negara-negara besar dunia.
Sebut saja Jepang dengan restorasi Meiji-nya, China dengan Deng Xiaoping-nya, Korea Selatan dengan Park Chung Hee-nya, India dengan Rajiv Gandhi-nya, dan Malaysia dengan Tun Razak-nya.

Mereka adalah sederet nama-nama pemimpin negara maju dunia yang telah berhasil menyulap bangsanya menjadi negara besar dan tersegani dunia. Dan rahasia besar dari kemajuan beberapa negara tersebut adalah terletak pada pemimpinnya yang memfokuskan pada pembangunan Sumber Daya Manusia.

Ini pula ternyata yang dilakukan oleh Prof Amiruddin, mantan rektor Universitas Hasanudin yang menjadi Gubernur Sulawesi Selatan. Maka tak heran ketika kita melihat Sulawesi Selatan hari ini menjadi maju dan disebut-sebut sebagai ikonnya Indonesia Timur.

Hal demikian pula sebenarnya yang diinginkan oleh Bapak H. Nur Alam untuk membangun Sulawesi Tenggara dengan membangun Sumber Daya Manusianya terlebih dahulu, sehingga kelak kita akan melihat Sulawesi Tenggara yang akan siap lepas landas menjadi daerah maju yang patut diperhitungkan di Indonesia. Sulawesi Tenggara butuh pemimpin yang berfokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia.

Penulis: Jubirman, S.Pd

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •