Amankan Wilayah Destinasi Wisata di Wakatobi, Begini yang Dilakukan Kesbangpol

0
626
Suasana Sosialisasi mengenai Tondo Limbo

ANOATIMES.ID, WAKATOBI – Kabupaten Wakatobi merupakan daerah yang memiliki destinasi wisata yang sudah mendunia, banyak wisatawan lokal maupun manca negara yang kerap berlibur ke sana.

Tercatat setiap tahunnya angka kunjungan wisatawan ke Wakatobi cenderung meningkat, tentu itu merupakan prestasi bagi pemerintah daerah, namun dengan banyaknya kunjungan wisatawan tersebut pemerintah daerah Kabupaten Wakatobi harus bekerja keras untuk menjaga kenyamanan dan keamanan para wisatawan yang berlibur. Selain itu juga, objek wisata harus di jaga dengan baik dari gangguan yang dapat timbul.

Baca Juga : Pemda Wakatobi Terus Genjot Pembangunan Tiga Dermaga Very

Salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Wakatobi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) ialah dengan bakal membentuk Tondo Limbo, Tondo artinya Pagar dan Limbo artinya kampung. Saat ini, Kesbangpol tengah melakukan sosialisasi Tondo Limbo dengan tema ‘Deteksi Dini, Cegah Dini, dan Laporan Dini’. Itu sebagai bentuk pendeteksian gejala keamanan dan ketertiban daerah.

Bupati Wakatobi, H Arhawi dalam sambutannya mengatakan di 2019 mendatang akan dilakukan perekrutan Tondo Limbo sebanyak 2040 orang yang tersebar di 102 desa dan kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Wakatobi.

“Perekrutan anggota Tondo Limbo harus independent dan jangan ada tekanan dan jangan ada kepentingan politik yg masuk di dalamnya,” kata Arhawi saat memberikan sambutan akhir pekan lalu.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Wakatobi, Adam Bahtiar menjelaskan secara arti kata, Tondo Limbo diambil dari bahasa Wolio, ‘Tondo’ yang artinya Pagar dan ‘Limbo’ yang artinya Kampung.

Tak hanya penjagaan secara fisik, namun Tondo Limbo juga dapat dimaknai dengan penjagaan ketertiban dan keamanan secara batinia.

“Kita menggali kearifan zaman Kesultanan dulu bahwa daerah-daerah yang jauh dari jangkauan para Lakina atau meantu’u itu dibentuk Tondo Limbo untuk menjaga kampung atau desa itu dari Berbagai gangguan keamanan termasuk bajak laut dan mereka menjaga keamanan di samping secara lahiriyah juga secara batiniah,” tutur Adam Bahtiar, Kepala Badan Kesbangpol Wakatobi.

“Kita berharap hadirnya Tondo Limbo dapat mencegah gangguan yang mengancam keamanan dan ketetertiban masyarakat,” harapnya.

Untuk diketahui, dalam sosialisasi Tondo Lombi turun dihadiri dari oleh Kombes PURN I Wayan Suwena (Presiden Pecalang Bali), Kepala Kesbangpol Provinsi Bali Dewa Putu Mantra, serta Kabid Kewaspadaan Kesbangpol Sultra Mislihi, SE.MM di gedung Sanggar Budaya, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi.

Laporan : Syaiful La Wiu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here