Amir Faisal : Aktivitas PT Bososi saat ini Ilegal, Polisi Harus Tangkap Kariatun Dkk

oleh -357 views
Amir Faisal (kanan) bersama Swandi (tengah)
  • 14
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    14
    Shares

ANOATIMES.ID, KENDARI – Status keabsahan Kariatun sebagai pemegang saham di PT Bososi Pratama kembali di soal. Kali ini, Swandi melalui kuasa hukumnya, Amir Faisal dan Samidu menegaskan bahwa kepemilikan saham PT Bososi oleh Kariatun sudah nol persen.

Amir Faisal mengatakan kliennya (Swandi, red) sudah melakukan pembelian saham milik Kariatun sebanyak 135 lembar saham dengan dibuktikan pada akta notaris No 59 dan 60 tertanggal 21 Maret 2018. Dengan demikian saham Kariatun telah dimiliki oleh Swandi.

Belakangan, klien Amir Faisal menyadari bahwa Kariatun juga rupanya telah memberikan kuasa kepada Andi Uci pada 15 Maret 2018 untuk melakukan aktivitas penambangan mengatasnamakan PT Bososi Pratama.

“Ini merugikan klien kami, sebab sebelum menjual ke klien kami, Kariatun rupanya memberikan kuasa kepada Andi Uci,” katanya saat menggelar konferensi pers, Sabtu (23/2/2019) di Kendari.

Parahnya lagi, lanjut Amir Faisal menjelaskan setelah dirinya mencari tahu rupanya saham yang dijual oleh oleh Kariatun kepada kliennya rupanya nol saham, dimana Kariatun sudah tidak memiliki saham lagi di PT Bososi.

“Untuk itu kami sudah melaporkan ke Polda Sultra, atas dugaan penipuan, pemalsuan, dan pencurian ore nikel,” tegas Amir Faisal.

Tidak hanya itu, Amir Faisal juga mengungkapkan bahwa ada dugaan kongkalikong antara Kariatun dan Andi Uci. Semula PT Bososi Peatama di miliki oleh Andi Uci, dengan saham 450 lembar, dan rekannya Retno Handayani sebanyak 50 lembar saham, pada akta notaris No : 3 tahun 2011.

Selanjutnya, saham Andi Uci dibeli oleh Kariatun dan Hendra yang masing-masing Kariatun 245 lembar saham dan Hendra 245 lembar saham.

“Saham Andi Uci dibeli melalui transfer dari Fendi ke Kariatun sebelah 1 Juta USD (saat itu Rp 13 miliar) dan menempatkan Hendra sebagai pemagang saham dan Direktur,” katanya.

Berjalan, pada tanggal 29 April 2015 dengan nomor akta notaris : 198, Kariatun menjual sahamnya kepada Hendra sebanyak 130 lembar dan Jason Kariatun (anak Kariatun, red) sebanyak 125 lembar. Sehingga saham Kariatun menjadi nol, dan saham Hendra menjadi mayoritas dengan total 375 lembar saham.

“Dengan demikian, berdasarkan akta notaris nomor 187 tanggal 28 dan akta notaris nomor 198 tanggal 29 tahun 2015, Andi Uci dan Kariatun sudah tidak memiliki saham,” ungkapnya.

Disinilah, lanjut mantan Politikus Partai Nasdem itu mengungkapkan kliennya di tipu oleh Kariatun, yang mana Kariatun mengaku masih memiliki saham dan menjual ke klien Amir Faisal sebanyak 135 lembar.

“Dengan demikian semua aktivitas PT Bososi Pratama yang dilakukan oleh Andi Uci dan para Kontraktor Mining di areal IUP PT Bososi Pratama di Konawe Utara adalah ilegal, sehingga saya selaku kuasa hukum Dirut PT Bososi Pratama yang sah meminta kepolisian untuk menghentikan kegiatan di lokasi IUP milik klien saya dan menangkap siapa saja yang terlibat di dalam kegiatan tersebut, karena Kariatun dan Andi Uci tidak lagi memiliki saham di PT Bososi Pratama,” tegasnya.

Hingga berita ini dipublish belum ada konfirmasi dari pihak Kariatun dkk.

Laporan : Awi

  •  
    14
    Shares
  • 14
  •  
  •  
  •  
  •  
  •