AMPUH Sultra Minta Pemerintah Pusat Cabut IUP PT BKM dan PT Cinta Jaya

oleh -60 views
Presidium AMPUH Sultra, Hendro Nilopo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, JAKARTA – Dua perusahaan tambang di Kabupaten Konawe Utara (Konut) yakni PT Bumi Konawe Minerina (BKM) dan PT Cinta Jaya Konawe Utara diduga belum mengantongi izin lingkungan. Dugaan tersebut datang dari Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Sulawesi Tenggara (AMPUH – Sultra).

Presidium AMPUH Sultra, Hendro Nilopo kepada anoatimes.id mengatakan AMPUH Sultra menduga ada tindakan maladministrasi dalam penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT BKM dan PT Cinta Jaya.

“Dalam waktu dekat ini kami akan ke Kementrian ESDM agar segera mencabut IUP PT BKM dan PT Cinta Jaya,” ujarnya, Jumat (1/11/2019).

Berdasaran penelusuran AMPUH Sultra, kata Hendro Nilopo, penerbitan IUP PT BKM dan PT Cinta Jaya diduga cacat hukum, sebab dalam penerbitan IUP tanpa dilengkapi dengan izin lingkungan.

“Itu bertentangan dengan ketentuan pasal 109 (1) UU Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dimana berbunyi Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)”. (Pasal 109 ayat (1) UUPPLH),” katanya.

Untuk itu seharusnya Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup melakukan penegakan hukum terhadap dua perusahaan tersebut yang beraktivitas di Blok Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Juga terhadap Mabes Polri agar melakuka police line diwilayah IUP PT BKM dan PT Cinta Jaya,” tegasnya.

Hinga berita ini di publis, redaksi anoatimes.id belum dapat mengkonfirmasi PT BKM dan PT Cinta Jaya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •