Ampuh Sultra Segera Lapor Empat Perusahaan Tambang Nikel dan Perkebunan ke KPK

oleh -26 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan provinsi yang kaya akan Sumber Daya Alamnya (SDA). Banyak investor asing maupun lokal yang berlomba-lomba menanamkan investasi di Bumi Anoa ini. Bahkan ada beberapa investasi yang terindikasi menabrak aturan.

Terlihat, ada beberapa perusahaan pertambangan yang memiliki IUP yang saling tumpang tindih. Regulasi tentang pertambangan sudah sangat jelas dan tegas bunyinya, tinggal bagaimana pemerintah pusat maupun daerah serta aparat penegak hukum menjalankannya.

Ada beberapa perusahaan pertambangan yang terkesan mendapat sikap ekslusif dari pemerintah dan penegak hukum sehingga pelanggaran-pelanggaran yang nampak di depan mata luput dari jangkauan.

Prihatin dengan kondisi tersebut, Aliansi Masyarakat Peduli Hukum – Sulawesi Tenggara (Ampuh-Sultra) bakal melaporkan empat perusahaan tambang dan satu perusahaan perkebunan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mabes Polri, Kementrian ESDM, dan Kementrian Lingkungan Hidup.

“Lima perusahaan itu ialah PT DAKA, PT Paramita Prasada Tama, PT Rosini, dan PT KMS, dan PT Aman Fortuna Nusantara (AFN) ” kata Koordinator Ampuh-Sultra, Hendro kepada anoatimes.id, Senin (22/4/2019).

Hendro mengungkapkan, ke lima perusahaan tersebut rata-rata melakukan pelanggaran dengan melakukan aktivitas hingga di wilayah kawasan hutan. “Ada yang pelanggaran di kawasan hutan, dan ilegal mining. Rencannya dalam waktu dekat kita akan ke KPK terlebih dahulu,” tuturnya.

“Seperti PT KMS 27, tidak mempunyai laporan eksplorasi dan laporan studi kelayakan IUP operasi produksi, CnC-nya sudah dicabut dirjen minerba kementerian ESDM, tidak memiliki Kepala Teknik Tambang (KTT), tidak mempunyai RKAB, tidak memiliki pelabuhan sendiri (Jetty),” ungkapnya.

Laporan : Jo

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •