Anggaran Minim dan Setumpuk Persoalan di Akper Pemkab Muna

oleh -101 views
Ratusan mahasiswa Akper Pemkab Muna saat berunjuk rasa menuntut Managemen Kampus agar melakukan evaluasi teradap kampus Akper Pemkab Muna. Foto : Jufri / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, MUNA – Ratusan mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sutra), Senin (27/11/2017) melakukan unjuk rasa di depan Kampus Akper Pemkab Muna.

Ratusan mahasiswa meminta agat pihak managemen Akper Pemkab Muna dalam hal ini Direktur, La Ode Ondo agar mengevaluasi kinerja para staf yang dianggap tidak dapat bekerja dengan profesional.

“Kami yang tergabung dalam solidaritas mahasiswa meminta pengelola akper dalam hal ini La ode ondo selalu pimpinan tertinggi di Akper Pemkab Muna untuk mengevaluasi seluruh stafnya, karena selama diangkat sejak bulan februari 2017 lalu melalui SK bupati muna, mereka tidak mampu mengemban amanah sebagai mana mestinya, terbukti setiap hari ruang staf kosong dan proses perkuliahan terganggu,” ujar koordinator massa aksi, Ramadhan.

Baca Juga : Dukung Program Jokowi, Gema Desantara dan Kemenpora Gelar Pelatihan Pemuda Bidang Organik

Sementara itu, La Ode Ondo tidak menapik penilaian para mahasiswa, sebab pada kenyataannya 27 staf di Akper Pemkab Muna tidak melaksanakan pekerjannya dikarenakan mereka (staf) tidak menerima gaji dari Pemkab Akper Muna.

“Memang selama saya menjabat menjadi Direktur Akper Pemerintah Kabupaten Muna, saya mengelola Akper hanya sendiri, staf saya sebanyak 27 orang sudah tidak bekerja karena mereka tidak mendapat gaji,” katanya.

Lebih lanjut, La Ode Ondo menjelaskan Akper Pemkab Muna sudah tidak mendapat bantuan operasional dari Pemerintah Kabupaten.

Baca Juga : Di Hari Guru, Akper Pemkab Muna Wisuda 35 Mahasiswa

“Dana yang disisakan pada saat saya diangkat menjadi Direktur Akper Pemkab Muna hanya Rp 75.000, jadi selama ini dalam mengelola proses akademik saya menggunakan dana pribadi” ungkapnya.

Lebih lanjut,
La Ode Ondo menambahkan bahwa persoalan ini sudah dilaporkannya ke Bupati Muna, LM Rusman Emba, dan akan segera di lakukan evaluasi.

“Paling lambat pekan depat seluruh staf akan kembali bekerja secara profesional, dan saya tidak mau melihat lagi ada staf yang bekerja di dua tempat yang berbeda. Satu di akper satunya lagi di rumah sakit. Gaji dirumah sakit dapat, gaji di akper juga dapat, saya tidak mau itu terjadi lagi,” Warning la Ode Ondo.

Laporan : Jufri

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •