Anggota DPR RI Sebut Pasar Sentral Wuawua Sebagai Pasar ‘Hantu’

oleh -71 views
Wa Ode Nur Zaenab saat mendengarkan keluhan para pedagang Pasar Sentral Wuawua Kendari. Foto : Awi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Hingga saat ini persoalan relokasi pedagang Pasar Panjang ke Pasar Sentral Wuawua masih menjadi persoalan yang berlarut-larut, tak kunjung selesai. Ratusan pedagang masih bertahan berjualan di lokasi Pasar Panjang. Di sisi lain, dengan masih beraktivitasnya Pasar Panjang membuat para pedagang Pasar Sentral Wuawua sepi pembeli.

Hal ini mengundang perihatin dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Wa Ode Nur Zaenab. Pasca dirinya dilantik menggantikan Hj Tina Nur Alam sebagai Wakil Rakyat di Senayan, Wa Ode Nur Zaenab langsung berkunjung ke Kota Kendari, mencari tahu apa persoalan yang terjadi di dua pasar itu. Jumat, (15/2/2019) PAW Hj Tina Nur Alam itu mengujungi Pasar Sentral Wuawua dan Pasar Panjang, dirinya terperangah begitu sampai di Pasar Sentral Wuawua.

Baca Juga : Pemkot Kendari Tunda Penertiban Pasar Panjang

Dilihatnya begitu terkejut, pasar yang dibangun dengan anggaran fantastis Rp 67 miliar, seakan tidak berfungsi dengan baik, banyak lods-lods yang tidak dipergunakan pedagang padahal semua lods sudah ada kepemilikan oleh pedagang. Dari total sekitar 600-an lods, hanya 10 persen saja yang ditempati pedagang untuk berjualan. Pedagang lainnya memilih tetap berjualan di Pasar Panjang yang notabanenya merupakan pasar yang bersifat sementara.

“Dari sekitar 600-an kios (lods, red) hanya sekitar 30-an atau 10 persennya saja yang ditempati,” ujar Wa Ode Nur Zaenab.

Wa Ode Nur Zaenab juga menyebut Pasar Sentral sebagai Pasar ‘Hantu’. Alasannya ketika dirinya berkunjung melihat se-isi Pasar Wuawua, hanya lods-lods kosong tak terawat yang ia temui.

“Saran saya untuk pemerintah, Wali Kota turunlah kemari lihat ini pasar, lihat betapa pasar ini menjadi Pasar Hantu, karena saking sepinya, saya kalau datang ke lantai dua sendirian pasti takut, sepi sekali kios-kios di sini, yang operasi tidak sampai 10 eprsen,” tuturnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •