Baliho Asrun-Hugua Aman dari Penertiban Sat Pol PP

oleh -116 views
Seorang anggota Sat Pol Pp Kota Kendari, saat menurunkan paksa baliho Ali Mazi-Lukman (AMAN) dari badan pohon. Tampak baliho Asrun-Hugua yang berada di tiang listrik tidak tersentuh oleh petugas penegak perda tersebut. Foto : Awi / anoatimes.id

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sepekan sudah Pemerintah Kota Kendari memberikan kesempatan terhadap para bakal calon (balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2018-2023 dan tim-tim pemenangannya untuk menurunkan sendiri baliho-baliho yang terpasang di badan pohon-pohon di Kota Kendari.

Sayangnnya, kebijakan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Kendari rupanya tidak diindahkan. Fakta lapangan sampai hari ini, Rabu (24/1/2018) baliho-baliho tersebut masih terpasang dengan kokoh di badan pohon-pohon di beberapa jalan di dalam Kota Kendari.

Untuk itu, melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Kendari dengan berkoordinasi langsung dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol Pp) sebagai penegak aturan, Pemerintah Kota Kendari mencabut paksa baliho para calon pemimpin Sultra tersebut.

Kepala BPPRD Kota Kendari, Nahwa Umar saat dihubungi via seluler, Rabu (24/1/2018) mengatakan pihaknya sudah memberikan waktu terhadap tim-tim dan balon Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra untuk dapat menurunkan sendiri.

“Yang di pohon. Mulai hari ini, Rabu (24/1/2018) kami melakukan penertiban. Penertiban dilakukan sampai bersih yang di pohon,” ujar Nahwa Umar.

Pantauan anoatimes.id, di Jalan Made Sabara, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, penertiban yang dilakukan rupanya hanya terhadap baliho yang terpasang di badan pohon, sedangkan baliho yang terpasang di tiang-tiang listrik sepanjang jalan sama sekali tidak di sentuh oleh puluhan petugas penegak aturan tersebut.

Menjawab hal itu, Nahwa Umar mengatakan sesuai surat edaran yang pihaknya telah edarkan, penertiban meamang hanya dilakukan terhadap baliho yang terpasang di badan pohon.

“Kenapa mau di ambil yang di tiang listrik nah ada aturannya, coba ko pergi diluar negeri, itu di luar negeri begitu. Dia itu lingkungan hidup tidak bisa kita pasang di pohon,” tuturnya.

Laporan : Awi