Bantu Agus Feisal Menangi Pilkada Busel, Tony Kongres Dihadiahi Proyek

oleh -123 views
Tony Kongres alias Acucu (baju batik) penyuap mantan bupati Buton Selatan (Busel) Agus Feisal Hidayat, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Kendari, Senin (13/8). Foto: Jayusman / Anoatimes.id
  • 13
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    13
    Shares

ANOATIMES.ID.KENDARI – Atas bantuan pengusaha Tony Kongres alias Acucu mengantar Agus Feisal Hidayat menjadi bupati Buton Selatan (Busel) periode 2017-2022, membuat anak dari Syafei Kahar (mantan Bupati Buton) ini memberikan hadiah beberapa proyek kepada Tony.

Dugaan jatah proyek itu diungkap dalam dakwaan dibacakan Mufti Nur Irawan dari jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor Kendari, Senin (13/8), mengungkapkan, hadiah proyek tersebut merupakan kompensasi atas bantuan terdakwa sebagai bendahara tim pemenangan sewaktu Agus Feisal maju sebagai calon bupati Busel.

“Sebagai kompensasi atas bantuan diberikan terdakwa, selanjutkan Agus Feisal Hidayat memerintahkan Muslim Pathu alias Theo salah satu tim pemenangnya, untuk melakukan penjatahan (ploting) proyek lingkup pemkab Buton Selatan dibagikan kepada tim pemenangan, termasuk kepada terdakwa,” ucap jaksa KPK Mufti Nur Irawan.

Atas arahan atau intervensi dari Agus Feisal terhadap proses pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2017. Terdakwa dengan menggunakan perusahaan CV. Wakatobi Nusa Indah mendapat proyek rehabilitasi rumah jabatan (Rujab) wakil bupati Busel tahap dua senilai Rp.1,3 miliar.

“Pada tahun anggaran 2018 terdakwa mendapat dua jatah proyek dari Agus Feisal Hidayat, yaitu rehabilitasi rujab wakil bupati Busel tahap tiga sejumlah Rp. 3 miliar dan pembangunan pintu gerbang perbatasan Busel dengan kota Baubau senilai Rp. 2 miliar 150 juta,” ungkapnya di hadapan majelis hakim diketuai Khusnul Khatimah, SH, MH.

Dalam materi dakwaan, Mufti mengungkapkan, ada pengusaha selain Tony mendapat jatah proyek yaitu, Simon Liong alias Chenchen. Simon mendapat empat jatah proyek peningkatan jalan di Siompu.

“Setelah menerima jatah proyek, Tony dan Simon memberikan uang pada Agus Feisal Hidayat,” kata Mufti.

Dikatakan Mufti, tanggal 20 April 2018 Simon memberikan uang sejumlah Rp. 400 juta pada Agus melalui Tony. Sedangkan terdakwa sendiri memberikan uang senilai Rp. 210 juta secara bertahap tanggal 21 dan 22 Mei 2018.

Dari dua penyuap itu, total fee diberikan terdakwa ditambah uang Simon sebesar Rp. 610 juta kepada Agus Feisal karena telah memberi hadiah proyek.

Atas perbuatan terdakwa, jaksa KPK mendakwa Tony Kongres di dakwaan primair pasal 5 dan dakwaan subsidair pasal 13 UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Laporan : Jayusman

  •  
    13
    Shares
  • 13
  •  
  •  
  •  
  •  
  •