Bareskrim Polri Police Line 7 Perusahaan Tambang di Konawe Utara

oleh -3.915 views
Sejumlah Dumtruk PT RMI dipolice line Bareskrim Polri. Selasa (17/3/2020) Foto : AWI
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Markas Besar (Mabes) Polri mengendus adanya kejahatan penambangan yang dilakukan beberapa perusahaan tambang di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Mabes Polri langsung menurunkan Tim investigasi dari Bareskrim untuk melakukan penindakan langsung terhadap sejumlah perusahaan yang menambang di dalam kawasan Hutan Lindung.

Selasa, (17/3/2020) Tim Investigasi yang dipimpin Kombes Pol Pipit Rismanto bersama timnya bergerak menuju Marombo Pantai, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara. Setibanya di Marombo Pantai, Tim Investigasi lalu bergerak menuju 7 lokasi perusahaan tambang yang diduga kuat menambang di Kawasan Hutan Lindung.

Kombes Pol Pipit Riswanto (tengah) bersama Kompol Bungin (kiri) dan Pihak Kehutanan saat berada dilokasi.

Ke tujuh perusahaan itu ialah, PT Bososi, PT RMI (Rockstone Mining Indonesia), PT TNI (Tambang Nikel Indonesia), PT NPM (Nuansa Persasa Mandiri), PT Ampa, PT PNN (Pertambangam Nikel Nusantara), dan PT Jalumas. Sayangnya, saat Tim Investigasi tiba di lokasi aktivitas penambangan sudah berhenti dan karyawan serta manageman sejumlah perusahaan sudah tidak berada di tempat, kecuali PT RMI.

Kombes Pol Pipit Rismanto kepada anoatimes.id, mengatakan penindakan yang dilakukan Bareskrim ialah menindaklanjuti informasi masyarakat yang mengungkapkan penyebab banjir di wilayah itu diakibatkan adanya aktivitas penambangan yang tidak sesuai prosedur.

“Adanya informasi dari masyarakat, dan saat banjir yang telah terjadi,” ujar Pipit di lokasi.

Lanjut, Pipit mengatakan Tim Investagasi ini memiliki tugas menindak aktivitas penambangan yang berada di dalam kawasan Hutan Lindung, apakah itu perorangan maupun badan usaha seperti perusahaan. “Kondisi sudah rusak parah bekas tambang, kita tutup (police line) agar tidak ada penambangan kembali,” katanya.

Pipit menjelaskan pihak kehutanan sebelumnya sudah memberikan informasi bahwa lokasi yang digarap perusahaan-perusahaan tersebut ialah Hutan Lindung namun tidak diindahkan oleh perusahaan-perusahaan itu.

Lokasi yang di Police line Bareskrim Polri

“Kehutanan sudah pernah mengimbau bahkan memasang patok peringatan namun tidak diindahkan, patok-patoknya sudah hilang,” tuturnya.

Saat ini, Tim sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, serta sudah melakukan penyitaan terhadap puluhan alat berat dari 7 perusahan-perusahaan yang diduga kuat menambang di dalam kawasan Hutan Lindung. “Tindakan kita sudah police line dan menyita alat berat. Bahkan sebagian alat berat sudah dibawa lari,” cetusnya.

Tidak hanya itu, Tim Investigasi juga sudah mempolice line stokfile yang dipenuhi tumpukan ore nikel, yang juga diduga kuat ore nikel tersebut miliki 7 perusahaan yang diambil dari kawasan Hutan Lindung. “Kita akan hitung yang di stokfile juga,” tutupnya.

 

Laporan: Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •