Bawaslu Sultra: 40 TPS Berpotensi PSU

oleh -2 views
Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES,ID. KENDARI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat ada sekitar 40 tempat pemungutan suara (TPS) di Sultra berpotensi dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).

Dari 40 TPS tersebut, Bawaslu Sultra mencatat 25 TPS telah direkomendasikan PSU dan 15 TPS sementara tahap pengkajian dan penyusunan rekomendasi. Data sementara Bawaslu, PSU tersebar di empat kabupaten/kota yaitu Bau Bau, Kolaka, Kendari dan Konawe Utara.

Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu, Jumat (19/4/2018), mengungkapkan PSU tersebut merupakan hasil penelitian dan pemeriksaan yang dilakukan Bawaslu kabupaten/kota yang kemudian dilaporkan ke Bawaslu Sultra.

“Sampai tadi malam pukul 00.35 Wita sudah ada sekitar 40 TPS berpotensi di PSU-kan,” ucapnya pada para wartawan.

Hamiruddin Udu menjelaskan PSU sebagian besar lebih disebabkan oleh pemilih yang datang mencoblos di TPS tetapi tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan daftar pemilih tambahan (DPTb).

“Saat datang mencoblos ke TPS, dilihat dari KTP-nya beralamat luar kabupaten/kota Sultra atau diluar provinsi Sultra. Dan mereka datang mencoblos ke TPS tidak membawa formulir A5,” jelasnya.

Namun kata dia, ada juga di TPS yang pemilihnya membawa formulir A5 tetapi saat diberikan lima kertas surat suara. Semestinya harus dilihat si pemilih dilihat dari daerah pemilihan (Dapil) mana.

“Misalnya pemilu kemarin salah satu contohnya di Bombana ada satu pemilih orang Konawe Selatan (Konsel) kemudian memilih di Bombana. Orang tersebut dikasih lima surat suara. Semestinya pada orang bersangkutan tidak diberikan surat suara DPRD kabupaten dan DPRD provinsi dapil Bombana,” tuturnya.

Untuk kejadian TPS seperti ini, Hamiruddin Udu mengatakan direkomendasikan PSU hanya pencoblosan surat suara calon anggota legislatif (caleg) DPRD kabupaten dan DPRD provinsi.

“Untuk pemilihan capres-cawapres, DPR RI dan DPD kita anggap sah sehingga tidak perlu diulang,” tukasnya.

 

Laporan : Yus

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •