Bayi Penderita Gizi Buruk di Wakatobi Membaik

oleh -9 views
Asila, Bayi Penderita Gizi Buruk Asal Wakatobi
Wakil Bupati Wakatobi Ilmiati Daud bersama dokter yang merawat Asila di RSUD Wakatobi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, WAKATOBI – Asila, bayi berusia 4 Bulan asal Desa Numana, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menderita gizi buruk, kini keadaannya berangsur membaik setelah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wakatobi selama tiga hari. Kondisi Asila saat ini masih terus dipantau oleh Dokter Spesialis anak di rumah sakit tersebut.

Untuk lebih memastikan kondisi Asila, Pemerintah Wakatobi juga mendatangkan seorang konsultan nutrisi dan penyakit metabolik anak dari RSUP dr Wahidin Sudiro Husodo, Makassar, dr. Aidah Juliaty A.Baso, Sp.A (K).

Dokter Spesialis Anak RSUD Wakatobi, dr Gazali mengatakan kondisi sang bayi mulai membaik setelah mendapatkan perawatan selama 3 hari di RSUD Wakatobi.

“Dilakukan pemberian susu nutricia Neocate Lcp melalui selang sehingga berat badannya meningkat sampai 3000 gram dibandingkan pertama kali di bawa ke RSUD Wakatobi, berat badannya hanya 2000 gram, ” ujarnya beberapa saat lalu.

Lanjutnya, selain mengalami peningkatan berat badan, Asila kini juga sudah bisa menggerak-gerakan tubuhnya dan bersuara.

“Awal pertama masuk Asila kelihatan sangat lemah dan hampir tidak tertolong lagi tapi syukur saat ini kesadarannya sudah mulai membaik, Alhamdulillah sudah bisa kita masukan nutrisi melalui sonde(selang) melalui mulutnya ,” kata dr. Gazali

Soal akan dirujuknya Asila kerumah sakit di luar daerah, dr Gazali mengatakan belum bisa memastikan akan dirujuk, sebab dokter masih melakukan pemantauan terhadap kondisi Asila.

“Belum tentu, kita lihat dulu kondisinya, kalau bisa ditangani di sini, kita tidak akan rujuk ke luar daerah, ” katanya.

Di tempat yang sama, dr.Aidah Juliaty A.Baso, Sp.A (K) mengatakan faktor yang membuat bayi bisa terserang penyakit gizi buruk disebabkan beberapa faktor seperti shock septik, diare, infeksi saluran pernapasan, sesak dan utama ada gizi buruk itu sediri.

“Mungkin ada dehidrasi berat yang menyebabkan menurun tingkat kesadaran, ada juga anemia gizi dan Hemoglobin(HB)nya juga sehingga turun HB sampai 7 tapi kata dr gazali tadi setelah dilakukan transfusi HB nya meningkat lagi hingga 1”, imbuhnya.

Pasa kesempatan yang sama, Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud mengatakan seluruh pembiayaan pengobatan Asila ditanggung oleh Pemerintah Daerah.

“Akan sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah kabupaten Wakatobi sampai selesai masa perawatan Asila, ” ungkapnya.

Laporan : Lex

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •