Bea Cukai Kendari Gagalkan Penyelundupan Rombengan Senilai Rp 1,5 Miliar

oleh -308 views
Barang bukti rombengan yang berhasil digagalkan penyelundupannya oleh Bea Cukai bersama TNI-Polri. Foto : Jayusman / anoatimes.id

ANOATIMES.ID, KENDARI – Bea Cukai Kendari bekerja sama dengan TNI-Polri berhasil menggagalkan penyeludupan rombengan diantaranya 677 balpress pakaian dan sepatu bekas, di pelabuhan Pemda Wanci kabupaten Wakatobi, Kamis tanggal 17 Januari 2019 lalu.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan Tri Wikanto, dalam konferensi pers yang dilaksanakan di pangkalan TNI AL Kendari, Rabu (30/1), menyebutkan nilai pakaian dan sepatu bekas ditaksir Rp. 1,5 miliar.

“677 balpress sitaan bea cukai Kendari terdiri dari 292 balpress pakaian bekas dan 385 sepatu bekas, yang nilainya ditaksir Rp. 1,5 miliar,” tuturnya dihadapan awak wartawan.

Baca Juga : Bea Cukai Kendari Musnahkan 3,5 Juta Batang Rokok Ilegal

Selain menyita pakaian dan baju bekas. Tri Wikanto mengungkapkan pihaknya sudah mengamankan satu nahkoda dan tiga anak buah kapal (ABK) kapal layar motor (KLM) Lestari GT50NO/218/00H. “Nahkoda dan ABK diperiksa bea cukai Kendari. Mereka diduga melanggar undang-undang nomor 17 tahun 2016 juncto undang-undang nomor 10 tahun 1995,” terangnya.

Hingga hari ini pihaknya telah menetapkan satu tersangka yaitu nahkoda kapal. Tersangka dijerat pasal 102 UU nomor 17 tahun 2016. “Dengan ancaman penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 10 tahun serta denda Rp. 5 miliar,” imbuhnya.

Tri Wikanto menyebutkan aksi penyeludupan ini berawal dari informasi masyarakat akan kedatangan kapal mengangkut balpress dari negara Timor Leste. “Kamis tanggal 17 Januari 2019, tim gabungan bea dan cukai memantau perairan Wakatobi. Dari pantauan kami didapati KLM Lestari diduga mengangkut balpress di pelabuhan pemda Wanci,” ungkapnya.

Tapi saat akan mengamankan, kata Tri Wikanto. Bea dan cukai keterbatasan personil maka meminta bantuan pada Kodim 1413 Buton, Polres Wakatobi, Pangkalan Utama TNI AL Makassar dan Pangkalan TNI AL Kendari. “Permintaan bantuan ini untuk mengurangi risiko gesekan dengan masyarakat saat proses pemindahan kapal dan barang bukti,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk kapal sitaan disimpan di pangkalan TNI AL Kendari dan barang bukti pakaian dan sepatu bekas dititip di rumah penyimpanan benda sitaan negara (Rupbasan) Kendari.

Laporan : Jayusman