Bea Cukai Kendari Musnahkan 3,5 Juta Batang Rokok Ilegal

oleh -34 views
Pemusnahan rokok ilegal di Kantor Bea Cukai Kendari. Dalam pemusnahan turut serta unsur Muspida Provinsi Sultra dalam membakar rokok ilegal. Foto : Awi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Selama dalam kurun waktu 1 tahun 5 bulan yakni sejak 2017 hingga Mei 2018 ini, Bea Cukai Kendari berhasil mengamankan sekitar 3,5 juta batang rokok ilegal.

Jutaan batang rokok ilegal tersebut diamankan dari hasil operasi bersama TNI-Polri di beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) antara lain Kota Kendari, Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan, Bombana, dan Buton Utara.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean C Kendari, Deny Benhard saat mengelar konfrensi pers, Selasa (5/6) mengatakan dari 3,5 juta batang rokok ilegal yang diamankan tersebut membuat negara rugi hingga Rp 1.109.293.300.

“Hasil operasi tahun 2017 rokok ilegal yang diamankan berjumlah 3.155.660 batang dengan potensi kerugian negara Rp 1.013.407.700. Sedangkan tahun 2018 berjumlah 285.160 dengan potensu kerugian negara Rp 95.885.600,” kata Deny.

Dengan adanya penindakan terhadap barang atau produk kena cukai ilegal tersebut diharapkan terjadi peningkatan penerimaan negara dari sektor cukai (revenue colektor) dimana diharapkan para pelaku secara psikologis akan beralih kepada usaha BKC (Barang Kena Cukai) rokok yang legal dengan membayar cukai.

Juga melindungi masyarakat dari rokok ilegal dari sisi kesehatan dan perlindungan konsumen, memberikan edukasi terhadap masyarakat untuk tidak membeli rokok ilegal.

“Juga terjadi hubungan kerjasama antar instansi penegak hukum lainnya dalam memberantas rokok ilegal,” ungkapnya.

Untuk diketahui, usai menggelar konfrensi pers, Bea Cukai Kendari melaksanakan pemusnahan terhadap rokok ilegal di halaman Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean C Kendari. Pemusnahan disaksikan oleh sejumlah unsur Muspida Provinsi Sultra.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •