Beasiswa Cerdas Wawoniiku Disoal, Bupati Diminta Copot Kadis Pendidikan

0
222
Satuan Polisi Pamong Praja Konkep saat menghalau masa aksi ketika berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Konkep, Senin (27/8) kemarin.

ANOATIMES.ID, KONKEP – Proses pencairan dana Beasiswa Cerdas Wawoniiku sudah mulai di cairkan Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).

Belakangan, beasiswa yang menjadi salah satu program dari Bupati dan Wakil Bupati Konkep, Amrullah-Andi Muhammad Lutfi kini di soal.

Amrullah diminta mencopot Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Konkep, Muhammad Yani, dan Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kepegawaian (GTK), Suharmin, lantaran dinilai tidak profesional dalam menjalankan program Beasiswa Cerdas Wawoniiku, dan di duga terdapat banyak penyimpangan.

Desakan pencopotan dua pejabat di Dinas Pendidikan tersebut datang dari Aliansi Mahasiswa Pemerhati Kebijakan Pemerintah, saat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Konkep, Senin (27/8) kemarin.

Koordinator lapangan masa aksi, Yayan Rezkiawan dalam orasinya mengatakan Muhammad Yani dan Suharmin tidak profesional menjalankan program Beasiswa Cerdas Wawoniiku, dikarenakan mengabaikan asas keadilan dalam pengelolaan beasiswa.

“Kami menilai banyak penyimpangan yang dilakukan baik Kepala Dinas maupun Kepala Bidang yang mengelola Beasiswa Cerdas Wawonii ini, masa mahasiswa yang mendaftar baik secara online maupun manual banyak yang tidak terima beasiswa, sementara, ada mahasiswa yang tidak mendaftar baik online maupun manual, tetapi mereka dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa, ini terbukti karena kami punya data, khususnya kami di Wawonii Barat ada 12 orang yang berhasil kami identifikasi,” kata Yayan.

Ditempat yang sama, salah satu masa aksi, Irsad Musa mengaku kecewa kepada pengelola beasiswa tersebut. Kekecewaan Irsad lantaran tujuh mahasiswa di Kecamatan Wawonii Tengah dinyatakan tidak berhak menerima Beasiswa Cerdas Wawonii hanya karena berkas yang disetor kepada pengelola tidak jelas (buram).

“Masa alasannya hanya karena berkas yang disetor buram, makanya tidak diloloskan sebagai penerima beasiawa, itu alasan yang tidak masuk akal, kalau memang buram atau tidak terbaca, kenapa tidak dikasi kesempatan untuk memperbaiki atau mengganti berkasnya,” katanya.

“Parahnya lagi, di Kecamatan Wawonii Barat, salah satu penerima beasiswa strata tiga (S3) diduga tidak kuliah atas nama Erni. Dia mengaku tidak kuliah,” tuturnya.

Menanggapi itu, Suharmin menegaskan bahwa kurang lebih seratus mahasiswa yang dinyatakan tidak lolos sebagai calon penerima beasiswa karena tidak memenuhi syarat yang ditentukan untuk menerima beasiswa cerdas Wawonii tersebut, salah satunya yakni Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tidak mancapai angka 2,75.

“IPK-nya tidak cukup, kemudian setelah kami verifikasi data kemahasiswaannya, tidak sesuai dengan berkas yang disetor dengan data yang ada di kampus, kami (Dinas Pendidikan Konkep), siap meloloskan mereka, tetapi harus ada kesepakatan atau perjanjian terlebih dahulu, kalau ada kendala atau temuan mahasiswa yang mendapat beasiswa tetapi datanya dipalsukan, tanggung jawabnya jangan dibebankan kepada kami, berkasnya sudah kami verifikasi, kerja sama dengan pihak kampus masing-masing Mahasiswa, jadi saya kira tidak ada masalah,” tegas Suharmin.

Laporan : Jovi
Editor : Awi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here