Begini Penjelasan Agus Feisal Atas Keberadaan Lembaga Survei Ketika di OTT

0
1173
Imam Ridho Angga Yuwono

ANOATIMES.ID, BUSEL – Untuk pertama kalinya pasca di tahan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Buton Selatan (Busel) Non Aktif, Agus Feisal Hidayat (AFH) bercerita atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dirinya dan keberadaan konsultan politik di rumah jabatannya kala itu.

Melalui Kuasa Hukumnya, Imam Ridho Angga Yuwono, AFH mengatakan keberadaan Konsultan Politik di rumah jabatannya kala itu ialah murni inisiatif dirinya.

“Konsultan politik tersebut di kontrak secara pribadi oleh Pak AFH untuk mengetahui sejauh mana kondisi Pilgub Sultra 2018, hal ini tidak diketahui dan tanpa ada kontrak dengan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Rusda Mahmud-Sjafei Kahar,” ujar Imam meneruskan pesan AFH untuk masyarakat Sultra.

AFH juga mengatakan dirinya sangat menghormati proses hukum yang dilaksanakan KPK, dan akan berupaya mempermudah seluruh urusan-urusan KPK untuk melakukan proses Penyelidikan dan Penyidikan.

“Dalam proses pendampingan Hukum terhadap AFH dan TK (Tony Kongres) juga sebagaimana hasil rembuk dengan mereka, saya tidak mengambil langkah-langkah yang akan mempersulit KPK dalam melakukan Penyelidikan dan Penyidikan perkara ini, juga sampai saat ini belum terpikir untuk mengajukan praperadilan. Biarlah upaya KPK berjalan dengan lancar, agar AFH dan TK cepat mendapatkan Keputusan Hukum dalam perkara ini,” kata Imam Ridho kepasa anoatimes.id, Jumat (1/6).

“Tetap kedepankan asas praduga tak bersalah. Meskipun Pak AFH dan TK telah ditetapkan sebagai tersangka lalu di tahan di Rutan KPK, mereka berdua belum tentu bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana di duga oleh KPK, karena harus di uji di Sidang Pengadilan Tipikor sampai pada putusan ingkracht,” tuturnya.

Laporan : Jumdin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here