Begini Penjelasan Dispora Soal Keberadaan KNPI di Sultra

oleh -105 views
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sultra, Jaya Bakti
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraha (Dispora) Sulawesi Tenggara (Sultra), Jaya Bakti usai membedah keberadaan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Bumi anoa ternyata tidak ada masalah.

Jaya mengaku, usai mempelajari persoalan keberadaan KNPI yang selama ini di Sultra muncul dua nama maka dirinya menarik satu benang merah sebagai kesimpulan awal.

“Setelah saya membedah penetapan Kemenkumham tentang pengukuhan keormasan, saya menarik kesimpulan awal bahwa tidak ada salahnya. Sebab Kemenkumham mengukuhkan Komite Nasional Pemuda Indoensia hasil Munas Papua yang disingkat KNPI dan yang satunya Kemenkumham mengukuhkan hasil kongres Jakarta yang KNPI Pemuda Indonesia tanpa singkatan dan tanpa kepanjangan,” beber Jaya saat ditemui di DPRD, Rabu (29/08/2017).

Lanjutnya, KNPI di Indonesia hanya satu saja yakni hasil Munas Papua 2015 lalu. Sedangkan yang dikukuhjan di Jakarta pada 2016 lalu adalah Keormasan Kepemudaan dengan nama KNPI Pemuda Indonesaia tanpa singkatan ataupun kepanjangan.

“Keduanya adalah lembaga yang tidak sama. Jika menggunakan logo yang sama hanya tagline yang beda, itu silahkan konfirmasi dengan Kemenkumham. Saya juga berpendapat, tidak mungkin Kemenkumham mengeluarkan dua keputusan pada lembaga yang sama,” jelasnya.

Jaya Bakti juga melihat bahwak untuk KNPI sendiri yang dilihat pada ADRT lembaga, hasil Musda dan regulasi diatasnya menjadi dasar pijakan pemprov melalui Dispora Sultra.

Untuk anggaran KNPI, Ia membeberkan bahwa tetap menjadi porsi dari KNPI yang diketuai oleh Syahrull Beddu.

“KNPI menurut Syahrul Beddu dari pandangan kami itu sudah clear, persoalan KNPI Pemuda Indonesia mau berkolaborasi dengan KNPI Muna Papua silahkan,” tambahnya.

“Kita inginkan adalah apapun dia, dia harus menjadi solusi dan pembanginan kita, pemuda harus bersatu, itu yang kita inginkan,” harap Jaya Bakti.

Laporan : Rahmat R

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •