Belasan Miliar Dikucurkan, Masyarakat Tak Kunjung Nikmati Air Bersih

oleh -387 views
Aliansi Pemerhati Kebijakan Publik (PKP) menyegel kantor DPRD Konkep. Penyegelan dipicu akibat anggota DPRD Konkep menerima massa aksi di luar gedung DPRD. Foto : Jovi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONKEP – Aliansi Pemerhati Kebijakan Publik (PKP) menduga ada indikasi korupsi anggaran proyek air bersih di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra). Dugaan adanya aroma korupsi dikarenakan hingga saat ini, masyarakat tak kunjung menikmati air bersih yang proyeknya sudah berjalan sejak 2017 lalu.

Berdasarkan perencanaan pembangunan, pemerintah melakukan dua kali penganggaran yakni tahun 2017 dan 2018. Di tahun 2017 sebesar Rp 9 Miliar lebih dan tahun 2018 dianggarkan lanjutan pembangunan jaringan sebesar Rp 5 milyar lebih. Dengan anggaran belasan miliar tersebut seharusnya masyarakat sudah bisa menikmati air bersih.

Seorang anggota aliansi PKP, Zulkifli mengatakan aliansi PKP telah berapa kali menyuarakan persoalan proyek air bersih yang terletak di Desa Bukit Permai, Kecamatan Wawonii Barat. Sebelumnya juga, aliansi PKP bersama Komisi II DPRD Konkep telah meninjau lokasi bak pembangunan dan jaringan air bersih.

Selasa (7/4/2020), DPRD Konkep menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), sayangnya Dinas PU dan Kontraktor tidak hadir. Kondisi tersebut semakin membuat aliansi PKP geram.

“Kami minta kepada wakil rakyat untuk serius mengawal persoalan ini karena proyek air bersih yang menelan puluhan milyar uang negara sudah kami pastikan dananya disalahgunakan alias di korupsi,” teriak Zulkifli.

Ditempat yang sama, Ketua Komisi II DPRD Konkep, M Yakup Rahman mengatakan RDP tidak dapat dilakukan karena pihak terkait yakni Dinas PU dan Kontraktor tidak hadir. Menurut Yakup Rahman ada persoalan dalam pengerjaan proyek air bersih ini.

“Kami menduga salah perencanaan yang ujungnya salah pembangunannya,” kata M Yakup Rahman kepada awak media.

Politisi PKPI ini mengaku bakal mengawal masalah ini. Namun saat ini yang menjadi konsen semua pihak tidak hanya di Konkep, akan tetapi di seluruh wilayah sedang fokus melawan Covid-19.

“Kita akan tindak lanjuti namun kondisinya belum memungkinkan untuk di adakan pertemuan,” katanya.

Laporan : Jovi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •