Bendahara Pengeluaran Dinkes Pemkab Konawe di OTT

oleh -35 views
Iptu Rachmat Zamzam saat memperlihatkan barang bukti hasil pungli MH. Foto : Awi anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONAWE – Masih terbenak di pikiran masyarakat Sulawesi Tenggara mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dua pejabat daerah yakni Walikota Kendari Non Aktif Adriatma Dwi Putra dan Bupati Non Aktif Buton Selatan Agus Feisal Hidayat.

Kali ini, giliran Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Konawe, yang terjaring OTT, namun bukan oleh KPK, melainkan dari Tim Saber Pungli Polres Konawe.

Ketua Tim Saber Pungli Polres Konawe, Iptu Rachmat Zamzam mengatakan OTT terhadap Bendahara Pengeluaran Dinkes Pemkab Konawe berdasarkan informasi yang diterima Polres, kemudian dilakukan pemantauan terhadap yang bersangkutan.

“Ya Benar. Inisial MH, dia Bendahara Pengeluaran Dinkes,” kata Iptu Rachmat Zamzam, via seluler, Jumat (8/6).

MH di OTT di ruang kerjanya, dan dari tangan pelaku, polisi mengamankan uang tunai hasil Pungli berjumlah Rp 7.600.000. Hasil dari pemotongan Dana Akreditasi dan Bantuan Operional Kesehatan (BOK) dari beberapa puskesmas.

“Begitu dapat informasi, kami buntuti MH, dan menggrebeknya. Barang bukti uang pecahan Rp 100, 50 dan 10 ribu, dengan total nilainya mencapai Rp 7,6 juta. HP, tas pelaku, serta beberapa dokumen,” ujar Iptu Rachmat Zamzam.

Saat ini, polisi sedang melakukan pemeriksaan terhadap MH. MH di jerat pasal 12 huruf e, UU RI No 20 Tahun 2001, perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

“Ancaman kurungannya, minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” ungkap Iptu Rachmat Zamzam.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •