Bertambah 1 Kabupaten Lagi yang Terkena Banjir dan Longsor di Sultra

oleh -0 views
Ketgam: Sejumlah warga Kecamatan Sampara bergotong royong membersihkan lumpur bawaan banjir dna longsor. Foto : Muhammad Adnry
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONAWE – Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkapkan ada 4 Kabupaten dan 1 Kota yang terkena bencana banjir di Sultra, yakni Kabupaten Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Buton Utara dan Kota Kendari. Namun karena hujan yang masih terus mengguyur sebagian wilayah Sultra kini daerah yang dilanda banjir dan longsor bertambah yakni Kabupaten Konawe, tepatnya di Kecamatan Amonggedo dan Kecamatan Sampara.

Puluhan rumah di Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini terendam banjir dengan ketinggian air sekitar pinggang orang dewasa, hal ini diakibatkan tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur Konawe dan sekitarnya serta meluapnya Sungai Konaweeha.

Ketgam: Salah satu rumah yang rawan akan terkena bencana tanah longsor. foto : Muhammad Andry

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe, Dedet Ilnari Yusta menjelaskan, berdasarkan pantauan tim recue di lapangan terdapat dua kecamatan yang terkena bencana banjir dan tanah longsor.

“Untuk bencana banjir terdapat di Kecamatan Amonggedo dan beberapa rumah warga di Kecamatan Sampara, di Kecamatan ini juga terdapat empat unit rumah warga yang terkena bencana tanah longsor,” kata Dedet saat melakukan pendataan korban bencana di Amonggedo, Minggu (14/5/2017)

Sejauh ini, lanjut Dedet menjelaskan beberapa Kecamatan seperti Pondidaha, Wawotobi, dan Anggalomoare masi berstatus siaga bencana. Selain itu data dari BMKG yang diterimanya menunjukkan jika wilayah Konawe masi berpotensi di guyur hujan mulai daru skala ringan hingga lebat, sehingga kemungkinan akan adanya bencana banjir dan tanah longsor di wilayah-wilayah lain masi sangat besar.

Kata dia, pihak BPBD Konawe saat ini masi terus melakukan pantauan di beberapa titik rawan. Terkait evakuasi, Ia mengaku pihaknya masi melakulan pendataan dilapangan untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang dialami oleh masyarakat,

“Tim juga sudah memantau titik-titik untuk lokasi pengungsian. Sejauh ini masyarakat Amonggedo yang terkena dampak terparah masi kita data, dan beberapa diantaranya sudah mulai mengungsi di rumah kerabat,” Imbuhnya.

Pantauan anoatimes.id beberapa warga desa di Kecamatan Amonggedo sudah mulai dievakuasi. Sebab ketinggian air di wilayah tersebut semakin naik. Hingga saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe belum menurunkan bantuan.

Laporan : Muhammad Andry

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •