BNN Sebut Polisi Tidak Serahkan Dua Penari Seksi D’Liquid

oleh -52 views
Dua penari seksi D'Liquid saat menjalani tes urin dari BNN Provinsi Sultra, Rabu (21/12/2017) dini hari. Foto : Jauhar / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Dua penari seksi D’Liquid Kendari yang sebelumnya terindikasi mengkonsumsi narkoba pasca menjalani tes urin pada saat Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) beberapa saat lalu, tidak diserahkan Ditresnakorba Polda Sultra ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sultra.

Belakangan, berdasarkan investigasi Gerakan Anti Narkoba (Granat) Kota Kendari, dua penari yang terindikasi positif tersebut telah kembali melakukan rutinitasnya di Diskotik D’Liquid Kendari, sehingga Granat Kendari meminta kepada BNN Provinsi Sultra untuk menjelaskan apa alasan dua penari seksi D’liquid di lepas kembali.

Sementara itu, Humas BNN Provinsi Sultra, Adisak Ray kepada anoatimes.id mengatakan dalam pelaksanaan operasi cipkon beberapa saat lalu, pelaksananya ialah Polda Sultra bidang Ditresnarkoba dengan menggandeng BNN. Pada saat dilakukannya operasi cipkon dari tim gabungan TNI-Polri dan BNN setidaknya terjaring empat orang dari dua tempat yang berbeda yakni seorang lelaki di Naff Karoke dan tiga wanita di D’Liquid. Ke empatnya di bawa ke Polda Sultra untuk dimintai keterangan.

Baca Juga : Granat Pertanyakan Langkah BNNP Sultra yang Lepas Dua Penari Seksi D’Liquid

“Dari empat, hanya dua yang diserahkan ke BNN, yakni seorang lelaki dan seorang wanita (vokalis band D’Liquid) sedangkan dua penari seksi itu tidak diserahkan ke BNN,” tuturnya.

“Jadi sesuai prosedurnya itu, mereka-mereka ini yang terindikasi positif narkoba termasuk benzo, sabu dan sebagainya kita bawa dulu ke Polda untuk dilakukan pendalaman informasi, sehingga pada waktu penyerahan tersangka, hanya dua yang di kembalikan kepada BNNP Sultra. Satu Laki-laki dan satunya lagi perempuan yang tidak termaksud dalam bagian dari penari seksi D’liquid melainkan hanya sebagai penyanyi D’liquid kendari,” ungkapnya.

Lanjut, Adisak Ray menambahkan dua penari seksi D’Liquid menggunakan benzo, yang nota banenya digunakan sesuai dengan resep dokter.

“Ada resep dokternya dilampirkan sama mereka dan tim penyidiknya inikan tidak mungkin percaya begitu saja, dia pasti juga konfirmasi, ini dokter yang mana seperti itu,” tambahnya.

Menyangkut adanya dua orang yang terindikasi positif namun diberikan kebijakan hanya dengan rawat jalan, Adisak Ray mengatakan saat terjaring razia di ke dua orang tersebut tidak ditemukan barang bukti narkoba, sehingga ke duanya dibolehkan dengan rehabilitasi rawat jalan.

“Namun tetap kita kontrol dan awasi mereka. Dan juga ke duanya diwajibkan wajib lapor selama delapan kali. Karna mereka inikan positif sabu jadi untuk sementara meraka diwajibkan untuk wajib lapor ke BNN sambil dilakukan rehabilitasi rawat jalan. Rehabilitasi rawat jalan itu dia memakan waktu paling sedikit delapan kali pertemuan,” Ujarnya.

“Untuk ke dua penari seksi D’liquid Kendari yang dilepaskan, BNN masih tetap memantau kedua penari tersebut sama halnya dengan yang menggunakan sabu,” tutupnya.

Laporan : Jauhar

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •