Bongkar Muat BBM di Pelabuhan Umum Konkep Membahayakan

oleh -320 views
Pembongkaran BBM ke dua mobil pick up menggunakan wadah tower air di pelabuhan Konkep. Foto : Jovi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONKEP – Dalam memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap masyarakat Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Pertamina terus mendistribusikan BBM ke penyalur BBM yang ada di Pulau Kelapa itu. Pendistribusian BBM ke penyalur diharapkan dapat didistribusikan secara merata di masyarakat Konkep.

Namun, ada beberapa faktor yang harus diperhitungkan dengan baik oleh pertamina dalam mendistribusikan BBM ke pihak penyalur dalam hal ini SPBU, semisal perusahaan penyalur haruslah mematuhi SOP yang ada. Sehingga dalam melakukan bongkar muat BBM tidak menimbulkan persoalan yang dapat membahayakan masyarakat.

Namun, pantauan anoatimes.id, Kamis (27/2/2020) fakta dilapangan memperlihatkan aktivitas bongkar muat BBM di Pelabuhan Konkep membahayakan masyarakat terkhusus lingkungan pelabuhan, sebab pelabuhan yang digunakan merupakan pelabuhan umum.

TumpahanBBM Jenis Solar di Jalan keluar pelabuhan Konkep dari mobil pick up bermuatan tower berisikan BBM. Foto : Jovi/anoatimes.id

Tidak hanya itu, pembongkaran BBM dari kapal Pertamina ke salah satu perusahaan penyalur BBM yakni CV Yudivia Energi Pratama sangat beresiko besar. BBM dari kapal pertamina di drop ke sebuah mobil pick up dengan wadah tower air. Akibatnya di salah satu ruas jalan keluar dari pelabuhan terdapat tumpahan BBM jenis solar. Seharusnya pembongkaran dilakukan ke mobil tangki yang khusus untuk memuat BBM.

Sopir pick up La ode Alimadu mengatakan aktivitas bongkar muat BBM dengan mungguanakan mobil dan tower sudah diketahui oleh pertamina dan diberikan izin.

“Ia, sudah kordinasi perintahnya orang pertamina,” kata Laode Alimadu.

Sementara itu SBM Retail Region VII TBBM Kendari Sultra, Arif Rahman Hakim yang dikonfirmasi awak media ini melalui pesan WhatsAppnya belum memberikan keterangan.

Ditempat berbeda, Kepala Kantor Syahbandar wilayah kerja Langara (Konkep) Abdul Rahman mengatakan pihaknya mmebolehkan adanya pembongkaran BBM di pelabuhan umum langara, sebab sampai saat ini di Konkep belum ada pelabuhan khusus pembongkaran BBM. Selain itu juga, BBM yang dibongkar merupakan BBM Subsidi.

“Cuman, kita harus melihat posisi (pembongkaran) jangan ada kegiatan penumpang selain bongkar muat BBM,” katanya.

Abdul Rahman menambahkan sebelumnya pihaknya pernah melakukan penhentian sementara pengisian BBM yang dilakukan Cv Yudivia Energi Pratama, sebab waktu itu menggunakan Drum Drum yang dikhawatirkan dapat meledak dan membahayakan masyarakat.

“Seharusnya penyalur menggunakan mobil tangki, makanya saya sempat menghentikan sementara aktivitasnya sebab menggunakan drum drum, itu kan tidak layak sebab drum bisa meledak,” ujarnya.

Mengenai Mobil Pick Up, Abdul Rahman mengatakan dirinya pernah berkoordinasi dengan pihak depot pertamina yang mengatakan menggunakan tower masih bisa dikatakan safety (aman). “Katanya itu safety,” tutupnya.

Laporan: Jovi
Editor : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •