Bos Perusahaan Agen Kapal Duga JPU Istimewakan Dua Terdakwa Penggelapan Uang Rp 4 Miliar

oleh
Bos PT Putra Harapan Sukses Line cabang Langara, Saktiawan
  • 12
    Shares

ANOATIMES.ID, KENDARI – Pimpinan PT Putra Harapan Sukses Line cabang Langara, Saktiawan kecewa dengan sikap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari, lantaran dua terdakwa penggelapan uang perusahaan senilai kurang lebih Rp 4 Miliar tidak ditahan, dan hanya berstatus tahanan kota.

Kepada sejumlah awak media, Saktiawan mengatakan dirinya menilai ada keistimewaan yang diberikan Jaksa kepada dua terdakwa yang juga merupakan karyawan di perushaannya.

“Saya sangat kecewa, saya butuh keadilan,” keluh Saktiawan di Pengadilan Negeri (PN) Kendari, Senin (8/4/2019).

Lanjut, Saktiawan mengatakan selama berproses di kepolisian, penyidik melajukan penahanan kepada dua terdakwa, namun setelah pelimpahan ke kejaksaan, justru kejaksaan tidak menahan dua terdakwa.

“Kayanya terdakwa ada keistimewaan, makanya kemarin saya sangat kecewanya sampai sekarang. Yang dari awal itu pelimpahan sudah ada permainan sangat kuat sekali, ada intervensi kuat sekali,” ujarnya.

Menurut bos perusahaan agen kapal tersebut, berdasarkan kasus-kasus yang serupa di mana terjadi penggelapan dana senilai Rp 50 juta hingga Rp 1 miliar, para terdakwanya ditahan oleh jaksa. Sementara di kasus ini, kerugian yang ia derita mencapai Rp 4 Miliar malah terdakwa tidak ditahan.

“Dikasus yang serupa terdakwanya di tahan, kenapa ini sampai Rp 4 miliar justru tidak ditahan,” ungkapnya.

Dirinya menceritakan, modus dua terdakwa dalam menggelapkan dana perusahan ialah dengan membuat invoice penagihan tanpa sepengetahuan dirinya selaku pimpinan perusahaan ke para owner kapal.

“Mereka membuat sendiri invoice tanpa sepengetahuan pimpinan, seharusnya setiap invoice yang dikeluarkan harus sepengetahuan pimpinan,” katanya.

“Jadi Rp 4 miliar itu adalah uang jasa dalam pengurusan perizinan kedatangan dan keberangkatan kapal oleh beberapa perusahaan yang bergerak di sektor tambang di Syahbandar,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas PN Kendari Klik Trimargo membenarkan bahwa dua terdakwa tidak di tahan. Namun, bila nanti dalam proses persidangan, ke dua terdakwa menghilangkan barang bukti atau berupaya melarikan diri maka bisa dilakukan penahanan.

“Ancaman hukumnya 4 tahun ke bawah bisa tidak ditahan. Masing masing tahap penyidikan punya kewenangan sendiri-sendiri, di polisi punya, di kejaksaan punya. Tahanan kota itu juga merupakan jenis tahanan, hanya namanya tahanan kota,” katanya.

Laporan : Awi