BSI : Elektabilitas Rusda Mahmud Kalahkan Asrun dan Figur Lainnya

oleh -91 views
Direktur Barometer Suara Indonesia (BSI) Dr Ruslan saat memaparkan hasil survei popularias dan elektabilitas terhadap para balon Gubernur Sultra.

ANOATIMES.ID, KENDARI – Barometer Suara Indonesia (BSI) mengeluarkan hasil survei popularitas dan elektabilitas para bakal calon (balon) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2018-2023.

Dalam survei yang dilakukan BSI melibatkan responden sebanyak 700 orang yang tersebar di 17 Kabupaten dan Kota di Sultra. Survei dilaksanakan sejak tanggal 26 Agustus hingga 3 September 2017 lalu.

Berdasarkan data BSI untuk tingkat polularitas, melibatkan 25 figur yaitu  La Ode Ida, Abdul Rahman Farisi, Abdurrahman Saleh, Abdul Razak, Ali Mazi, Amirul Tamin, Asrun, Hugua, Imran, Lukman Abunawas, Sjafei Kahar, Prof Laode Masihu Kamaludin, La Pili, La Poli, La Suti Taka, Muhammad Endang, Musadar Mapasomba, Oheo Sinapoy, Ridwan Bae, Rusda Mahmud, Rusman Emba, Supomo, Tina Nur Alam, Umar Arsal, dan Sabri Manomang.

“Polularitas tertinggi Ali Mazi (83,3 persen), disusul La Ode Ida (82,3 persen). Tehknik yang digunakan multistage random sampling, dengan margin eror 3,7 persen,” ujar Direktur BSI Dr Ruslan, Kamis (14/9/2017) kemarin.

“Ali Mazi tertinggi karena mantan Gubernur Sultra, sedangkan La Ode Ida seorang tokoh di pusat,” tambahnya.

Untuk tingkat elektabilitas, BSI melibatkan 17 figur yakni Rusda Mahmud, Asrun, La Ode Ida, Ali Mazi, Amirul Tamin, Hugua, Lukman Abunawas, Rusman Emba, Ridwan Bae, Muh Endang, Tina Nur Alam, Umar Arsal, Abdul Rahman Farisi, Prof Laode Masihu Kamaludin, La Suti Taka, Supomo, dan Oheo Sinapoy.

“Hanya 4 calon yang mengambang sebesar 17,3 persen yaitu Rusda Mahmud, Asrun, La Ode Ida, dan Ali Mazi,” tuturnya.

Bila diperkecil tingkat dukungan kandidat dari 17 menjadi 4 besar figur maka tingkat elektabilitas tertinggi diraih oleh Rusda Mahmud.

“Rusda Mahmud (20,8 persen), La Ode Ida (20,2 persen), Asrun (16,5 persen) dan Ali Mazi (15,2 persen) dengan suara mengambang 27, 3 persen,” paparnya.

“Tingkat elektabilitas masing-masing kandidat masih bisa berubah apabila partai pengusung dan pasangan telah ada,” tutupnya.

Laporan : Awi