Bupati Konkep Kesal Terhadap Sejumlah Calon Penerima Beasiswa

oleh -43 views
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe Kepulauan, Muhammad Yani (berdiri) saat memantau proses pemberian rekomendasi pencairan beasiswa Wawoniiku cerdas. Foto : Jovi / Anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONKEP – Bupati Konawe Kepulauan (Konkep) Amrullah kesal dengan ulah sejumlah calon penerima beasiswa Wawoniiku Cerdas. Kekesalan Amrullah lantaran sejumlah calon penerima beasiswa memanipulasi dan memalsukan beberapa berkas kelengkapan administrasi. Alhasil, Amrullah minta sejumlah penerima beasiswa yang melakukan perbuatan tersebut di Balck List.

“Pak Bupati minta agar mahasiswa tersebut di black list saja dari daftar penerima,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konkep, Muhammad Yani, Senin (20/8) saat melakukan pemantauan pemberian rekomendasi pencairan beasiswa.

Muhammad Yani membenarkan bahwa pihaknya banyak menemukan berkas yang dipalsukan oleh para calon penerima beasiswa. Selain itu juga, banyak calon penerima yang berkasnya masih kurang saat dilakukan verifikasi, namun masih diberi kebijkan untuk melengkapi berkas.

“Pencairan beasiswa Wawoniiku Cerdas seharusnya sudah dilakukan pada Juli 2018 lalu, namun mengalami kendala pada proses verifikasi berkas calon penerima beasiswa,” katanya.

“Kami temukan ada berkas yang dimanipulasi datanya. Ada juga yang berstatus Pegawai Negei Sipil (PNS) dan sudah wisuda tapi masih kasih masuk berkas juga. Inilah hal-hal yang kami teliti secara baik agar dana ini tidak salah sasaran,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Ketenagaan, Suharmin menambahkan pencairan tahap satu sudah dimulai pada Senin (20/8). Kemudian untuk tahap ke dua akan disalurkan bulan Desember 2018.

Program ini telah berlangsung selama tiga tahun sejak tahun 2016. Dengan adanya anggaran bantuan pendidikan ini telah memotivasi para generasi Konkep untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan yang nantinya akan menjadi pelanjut pembangunan di Konkep.

“Kami ingin penerima yang jujur,  kita inginkan moralitas para Mahasiswa dijaga.  Kami juga memohon maaf atas keterlambatan penyaluran beasiswa,” tuturnya.

Laporan : Jovi
Editor : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •