Bupati Mubar Resmi Lepas 30 Mahasiswa KKN UGM

oleh -2 views
Bupati Mubar, La Ode M Rajiun Tumada bersama Wakil Bupati Achmad Lamani dan jajarannya melakukan foto bersama dan sekaligus melepas 30 mahasiswa KKN UGM, yang dilaksanakan di Rujab Bupati, Senin (19/8/2019). Foto : Dery / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, MUBAR – Bupati Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi melepas 30 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gajah Mada, yang dilaksanakan di Rujab Bupati di Desa Suka Damai, Kecamatan Tiworo Tengah,” Senin (19/8/2019).

Bupati Mubar, La Ode M Rajiun Tumada dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mahasiswa KKN UGM yang telah memberikan kontribusi nyata dan telah melahirkan harapan bagi masyarakat Mubar, sesuai tema KKNnya yakni Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Peningkatan Mutu Pariwisata.

“Sejak mahasiswa KKN UGM datang ke Mubar, saya yakin dan percaya kalian akan melakukan yang terbaik guna meningkatkan kecerdasan dan kualitas SDM di daerah ini. Saya juga ucapkan terima kasih atas pengabdian kalian selama berada di Mubar ini,” kata mantan Kasat Pol PP Sultra ini.

Kata Rajiun, kedatangan mahasiswa KKN dari UGM merupakan salah satu bentuk kerja sama Pemda Mubar dan UGM. Pihaknya sebelumnya sudah menandatangani MoU dengan UGM tentang kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan perikanan.

“Kita juga sekarang sudah melakukan MoU kepada UGM di bidang kesehatan. Jadi tiap enam bulan ada pergantian dokter spesialis dan ini sudah berjalan kurang lebih dua tahun. Insyaallah dalam waktu dekat ini kita akan kedatangan dokter spesialis anak. Sejauh ini dokter yang ada yakni dokter ahli penyakit dalam,” bebernya.

Sementara itu, Muhammad Afif Fauzy salah satu mahasiswa UGM jurusan Sastra Arab mengatakan sebelum datang ke Mubar pihaknya terlebih dahulu melakukan survei di kabupaten ini tepatnya di Tiworo Utara. Lanjut dia, melihat potensi yang di Tiworo Utara ini sangat bagus dikembangkan destinasi wisatanya terutama di wisata bahari.

“Kenapa kita mengambil tema KKN yakni Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Peningkatan Mutu Pariwisata, karena kita melihat wisata bahari sangat unggul di desa ini dan paling menonjol,” ucapnya.

Menurutnya, Kecamatan Tiworo Utara sangat berpotensi pariwisata, hanya saja dari segi sumber daya masyarakat yang masih sangat harus di bina terkait pariwisata. Untuk itu, dirinya berharap kedepannya masyarakat agar dapat memperhatikan tentang pariwisata, agar potensi wisata dapat berkembang dengan pesat lagi.

“Ada satu pantai yang ada di Desa bikin menarik perhatian kita yakni di Pantai Ujung dan sama seperti pantai yang ada di Yogja. Pantainya itu, semua daratan pasir dan cuman ditumbuhi satu pohon, jadi saat air pasang yang terlihat itu cuman pohon saja. Kami sangat takjub dengan pesona alam yang ada di Mubar ini,” jelasnya.

Selama berada di tiga desa yakni desa Tondasi, Santiri dam Desa Tiga ada beberapa output fisik yang dihasilkan yakni peta administrasi, geologi, batas-batas lahan. Selain itu juga, khusus di Desa Tondasi pihaknya mengajarkan masyarakat sekitar cara membuat biopori, penanaman sayur-sayuran dan biogas.

“Jadi khusus di Desa Tondasi, karena di desa ini banyak sekali kotoran hewan ternak seperti sapi, kita manfaatkan untuk membuat biogas yang sederhana. Kita buat biogas selama dua minggu dan jadinya satu botol aqua besar,”turunya.

Afif juga tak lupa mewakili teman-teman KKN UGM mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat yang telah menerimanya selama berada di sana. Sebab, dirinya dan teman-teman lainnya merasa nyaman dan diterima baik.

Laporan : Dery

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •