Carut Marut PAW Aleg di DPRD Wakatobi, Begini Komentar Praktisi Hukum

0
760
Praktisi Hukum, Jayadin La Ode

ANOATIMES.ID, WAKATOBI – Hingga saat ini, PAW tujuh anggota legislatif DPRD Kabupaten Wakatobi masih belum menemukan titik terang. Hal tersebut membuat praktisi hukum angkat bicara.

Salah satu praktisi hukum di Kabupaten Wakatobi, Jayadin La ode mengatakan regulasi yang mengatur PAW anggota DPRD masuk pada lapangan Eksekutif, dalam hal ini melalui Sekwan, Bupati hingga Legalisasi akhir yakni Gubernur.

Baca Juga : Aleg Gerindra Kritisi Agenda Konsultasi DPRD Wakatobi ke Kemendagri

Untuk itu, maka perbuatan hukum aktif atau pun pasif, ketiga pejabat eksekutif tersebut dalam memproses PAW anggota DPRD merupakan ranah hukum administrasi Negara, yang mana upaya koreksi atas sikap pasif pejabat yang membuat lambannya proses PAW tersebut adalah kompentensi Pengadilan Tata Usaha Negara (Vide pasal 3 UU No 5 / 1986).

“Mestinya bila ada koreksi dari pihak yang berkepentingan, maka pengajuannya dapat dibawah Ke PTUN, sehingga bisa diuji dan dibuktikan secara hukum apakah proses PAW tersebut telah melampaui aturan atau tidak,” terang Jayadin La Ode, Sabtu, (1/12).

Lanjut, Jayadin La Ode menambahkan koreksi yang hanya pada tataran opini maupun tindakan demonstrasi, tidak menjamin adanya kepastian hukum. Sebab upaya tersebut lebih kepada presure politik bukan upaya hukum.
Anggota DPRD yang telah mengundurkan diri namun masih tetap aktif menjalankan kewenanganya secara sederhana dijelaskan bahwa sudah menjadi pengetahuan umum semua orang bekerja karena ada dasar SK pengangkatan, begitu pula orang behenti, pengunduran diri hanyalah dasar untuk diterbitkan SK.

“Yakin saja sekalipun mungkin anggota DPRD yang bersangkutan tersebut legowo untuk tidak aktif berkantor, Negara pasti tetap akan mengakomodir dan memberikan hak-haknya karena secara prosedural yang bersangkutan secara hukum Administrasi belum resmi dikatakan berhenti,” ungkap Jayadin.

Laporan : Syaiful

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here