Cetak Putri Pariwisata Terbaik Sultra 2019, Begini Suasana Penamatan dan Perpisahan SMA Negeri 2 Wangi-Wangi

oleh
Putri Pariwisata Sultra, Anggung Lestasi didampingi Kepsek SMA 2 Wangi-wangi Jufri (kanan) dan Ketua PGRI Hasman Hamdi (Kiri)

ANOATIMES.ID, WAKATOBI – Anggun Lestari (17), Putri Pariwisata terbaik juara 1 tingkat Sulawesi Tenggara (Sultra) itu rupanya merupakan alumni SMA Negeri 2 Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi. Anggun yang baru saja melepaskan seragam putih abu-abu itu, pada penamatan dan perpisahan SMA Negeri 2 Wangi-wangi, sempat membawakan pidato serta pesan dan kesan yang mengharukan.

“Merupakan sebuah kebanggaan dari saya pribadi, menjadi putri Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra) dan ini tidak terlepas dari dedikasih semua guru yang ada di SMA Negeri 2 Wangi-wangi, juga tentunya kepada kepala sekolah, yang membimbing saya selama di sini, sehingga bisa meningkatkan kualitas diri saya, sehingga saya mampu berdaya saing, mengharumkan nama sekolah dan kabupaten Wakatobi dan ucapan terimakasih dari semua pihak yang terlibat,” ungkap Anggun pada penamatan dan perpisahan SMA Negeri 2 Wangi-wangi, Kamis, (2/5).

Sesuai dengan tema yang diangkat Raih Prestasi Penuh Santun dan Berdaya Saing, Kepala sekolah SMA Negeri 2 Wangi-wangi, Jufri mengatakan itu berdasarkan perjalanan siswa/siswinya, yang pada setiap perlombaan baik ditingkat kabupaten maupun provinsi mampu berdaya saing, membawakan prestasi dan nama baik sekolah.

Siswa SMA Negeri 2 Wangi-wangi, yang terdaftar pada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebanyak 142 orang, dan yang mengikuti Ujian 139 siswa, tiga diantaranya tidak mengikuti ujian nasional.

“Untuk nilai ujian sekolah sangat memuaskan, dan sementara ini untuk ujian nasional nilainya belum keluar kita masih menunggu,” ungkap Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Wangi-wangi, Jufri.

Meski telah beberapa kali mencetak siswa/siswi berprestasi dan mampu berdaya saing, SMA Negeri 2 Wangi-wangi masih memiliki beberapa kendala terutama pada pengoperasian ujian nasional, yakni komputer yang digunakan untuk ujian Nasional, olehnya itu Jufri berharap ada bantuan sarana dan prasarana pendidikan yang diberikan oleh pemerintah.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Waktobi, Asman Hamdi, yang juga sebagai tenaga pendidik dan guru pembina kegiatan ekstrakulikuler mengungkapkan, untuk tetap menjaga kualitas dan kapasitas para Siswa/siswi, akan mengusulkan konsep kepada kepala sekolah mengenai data serapan yang akan menjadi tolak ukur keberhasilan siswa SMA Negeri 2 Wangi-wangi.

“Data serapan ini adalah pengembangan kapasitas dan kualitas siswa masuk maupun alumni, sehingga kita bisa mengetahui perkembangan siswa berdasarkan dari beberapa penilaian, yang diakumulasikan berdasarkan data serapan itu, dengan demikian kita bisa mengetahui sejauh mana keberhasilan siswa kita dan apa yang menjadi kekurangan kita, sehingga memang target sekolan dan harmonisasi para pendidik dan peserta didik bisa terus berkolabarasi hingga pada pencapaian cita-cita generasi penur bangsa twrutama dari SMA Negeri 2 Wangi-wangi,” ungkap Asman Hamdi.

Jufri berharap kepada siswa/siswinya yang meninggalkan sekololah dan akan melanjutkan kejenjang Pendidikan yang lebih tinggi, agar selalu menjaga sopan santun dan dan selalu berbakti kepada kedua orang tua dan masyarakat.

Laporan : Syaiful