Dewan Konkep Sayangkan Pernyataan Wakil Bupati Soal ‘Bagi-bagi’

oleh -60 views
Amran
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONKEP – Buntut dari penolakan Dewan Wakil Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Kepuluan (Konkep) atas rencana Pemerintah Konkep meminjam uang senilai Rp 200 miliar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) berujung pada keluarnya statemen dari Wakil Bupati Konkep, Andi Muhammad Lutfi yang mengatakan penolakan tersebut hanya karena persoalan bagi-bagi.

Anggota Dewan Konkep fraksi Partai Keadilan Sejahtra (PKS) Amran kepada sejumlah wartawan mengungkapkan rasa kekesalannya terhadap statemen orang nomor dua di Pulau Wawonii itu.

Baca Juga : Sidang Bupati Busel Non Aktif, Tiga Saksi Akui Ada Transaksi Uang

“Pada prinsipya kami sebagai anggota DPRD Konkep dan saya pribadi sebagai anggota DPRD periode 2014-2019, sangat menyangkan dengan hasil konfrensi pers Wakil Bupati Andi Muhamad Lutfi terhadap salah satu media bahwa anggota DPRD Konkep menolak utang terhadap PT SMI hanya karena persoalan bagi-bagi,” kesal Amran, Rabu (7/11) kemarin.

Lanjut, Amran mengungkapkan dirinya heran dengan adanya statemen bagi-bagi itu, sehingga dirinya kembali mempertanyakan maksud dari ungkapan kata bagi-bagi itu apa. Padahal menurut Amran, penolakan DPRD tersebut sangat logis karena pemerintah tidak memberikan gambaran yang rasional terkait mekanisme pengembalian apabila utang Rp 200 Miliar itu di setujui DPRD.

“Kami hanya tidak ingin ada estafet utang pada kepemimpinan selanjutnya, sebab masa kepemimpinan saat ini tinggal dua tahun,” katanya.

Tidak sampai disitu, kekecewaan para dewan juga akibat adanya pernyataan yang dikeluarkan oleh Abdul Muahammad Lutfi yang dalam pemberitaan salah satu media online, dirinya mendoakan agar anggota DPRD tidak terpilih lagi, dan menunggu anggota DPRD yang baru untuk menyetujui usulan pemminjaman uang Rp 200 miliar ke PT SMI.

Baca Juga : Selain PT Mugni, PT Wanagon dan PT Sriwijaya Tak Boleh Operasi

“Menurut saya Wakil Bupati Konkep tidak dewasa cara pembicaarannya, tidak layak seorang Wakil Bupati bicara seperti itu dan mendoakan anggota DPRD yang tidak baik, apa yang kurang dari kami dalam hal memberikan dukungan pembangunan dari seluruh usulan pemerintah daerah Konkep, dan ketika pihak DPRD mengajukan hak angket kepada Wakil Bupati Konkep terhadap persoalan bagi-bagi, saya orang pertama yang akan bertanda tangan untuk melakukan hal tersebut, karena tidak ada dasar yang kuat kalimat bagi-bagi, ini sangat menjatuhkan wibawa DPRD Konkep yang 20 orang ini,” tuturnya.

“Alasan kami menolak pinjaman tersebut karena tidak ada kajian pemerintah daerah yang rasional bagaimana terkait pengembalian utang daerah tersebut,” tegas Amran.

Laporan : Jovi
Editor : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •