Di Sebut “Gila” Oleh Bupati Buteng, Begini Reaksi Karo Pemerintahan

oleh -111 views
Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sultra, Ali Akbar
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Kepala Biro (Karo) Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Akbar menanggapi perkataan Bupati Buton Tengah (Buteng) Samahuddin yang menyebut dirinya Gila.

Ali Akbar mengatakan Menurutnya, Samahuddin melakukan Penonjopan 37 pejabat eselon II dan III sama sekali tidak sesuai mekanisme dan melanggar peraturan perundang-undangan.

“Coba tanya dia (Samahuddin, red) adakah pernah perintah, menteri untuk menurunkan jabatan orang, dari Kepala Bagian menjadi kasubag, adakah perintah menteri seperti itu, kalau tidak ada berarti dia (Samahudin, red) yang gila,” kata Ali Akbar saat ditemui di Kantor Gubernur Sultra, Senin (31/07/2017) kemarin.

Mantan Pj Bupati Buteng ini menambahkan, jika benar Samahuddin telah melantik sesuai mekanisme, maka dirinya meminta agar segera memperlihatkan bukti tertulis kepada publik bahwa dirinya mengantongi rekomendasi dari Mentri Dalam Negeri (Mendagri).

“Kalau memang ada izin Menteri, harusnya dimuat di dalam media, jangan dia (Samahuddin, red) katakan saya orang gila. Harusnya, Pak Karo Pemerintahan ini saya dapat surat menteri nomor sekian tanggal sekian begitu seharusnya modelnya kalau kepala daerah yang bagus, kalau memahami aturan organisasi seperti itu,” jelasnya.

Ali Akbar menilai, selama dirinya menjabat sebagai Karo Pemerintahan Sultra, dirinya belum pernah sama sekali mengetahui apabila menteri mengeluarkan izin untuk menonjobkan pegawai dengan menurunkan jabatan.

“Saya tidak pernah mengetahui bahwa mentri pernah menonjobkan pegawai dengan menurunkan jabatannya,” ungkapnya.

Ali Akbar juga membantah tuduhan Samahuddin yang menyatakan bahwa pelantikan beberapa waktu lalu hanya mengembalikan jabatan pegawai yang pada saat dirinya Menjabat PJ Bupati dilantik tanpa sesuai mekanisme.

“Tanya saja Kepala BKD lama, saya lelang ada hasil fit tesnya, yang asesmen dosen di UHO, Sembilan jabatan itu saya lelang sesuai mekanisme, dan pesertanya itu mendaftar, kemudian di tes, selain itu yang lain tiggal di lantik saja, yang menduduki jabatan eselon II dan III itu saya lelang,” paparnya.

Lanjut, Ali Akbar menambahkan bahwa dirinya akan menegur Samahuddin sesuai dengan aturan.

“Sudah ada yang memasukan laporan keberatan tinggal kita tunggu rekomendasi dari pimpinan untuk kita tindaklanjuti kita akan tegur sesuai aturan undang-undang,” pungkas Ali Akbar.

Laporan : Rahmat R

Editor : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •