Diduga Langgar Etik, Empat Penyelenggara Pemilu di Sultra Disidang DKPP

oleh
Sidang Etik oleh DKPP RI terhadap empat Penyelenggara Pemilu di Sultra. Foto : Jayusman / anoatimes.id

ANOATIMES,ID. KENDARI – Empat penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) di Sultra menjalani sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran etik penyelenggara pemilu, Sabtu, (25/5/2019), di kantor Bawaslu Sulawesi Tenggara (Sultra).

Keempat lembaga penyelenggara pemilu itu adalah KPU Konawe Kepulauan (Konkep), KPU Buton Tengah (Buteng), KPU Konawe Utara (Konut) dan Bawaslu Konkep.

Pokok perkara aduan berkaitan rekomendasi panitia pengawas (Panwas) untuk dilakukan pemilihan suara ulang (PSU) tetapi tidak dilakukan KPU Konkep dan KPU Buteng.

“Pengadunya dari caleg PBB (Partai Bulan Bintang) dan caleg dari P3 (Partai Persatuan Pembangunan). Dimana panwas setempat merekomendasikan PSU di satu TPS di Buteng dan PSU di dua TPS di Konkep. Tapi dua lembaga penyelenggara pemilu ini tidak melaksanakan rekomendasi panwas,” tutur anggota DKPP Dr. Alfitra Salam usai memimpin jalannya persidangan.

Sedangkan KPU Konut diadukan karena diduga tidak melakukan pembinaan pada beberapa anggota PPK di Konut bernyanyi sambil minum beralkohol di salah rumah karaoke di kota Kendari. Lalu kemudian disebar di posting ke media sosial.

“Itu kan baru dugaan, tadi para teradu sudah mengaku. Tentunya bagi DKPP kita ingatkan agar seluruh penyelenggara pemilu berhati-hati. Ada etika yang harus dijaga jangan sampai memberikan contoh yang tidak baik,” paparnya.

Dr. Alfitra Salam mengungkapkan pihaknya nanti rapat pleno akan menentukan apakah ada pelanggaran etik atau tidak.

“Tentunya DKPP akan merapatkan sanksi yang akan diberikan kepada para teradu. Secepat mungkin kita akan mengeluarkan keputusannya,” ungkapnya.

Laporan : Jayusman