Dirut RS Kota Kendari Bungkam Terkait Dugaan Perbudakan Modern Terhadap Perawat

oleh -91 views
Ketua DPW PPNI Sultra, Heryanto SKM
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sampai saat ini Direktur Rumah Sakit (RS) Kota Kendari, dr Asrida masih bungkam akan dugaan terjadinya perbudakan modern terhadap para perawat yang bekerja di RS Kota Kendari seperti yang diungkapkan Ketua DPW PPNI Provinsi Sultra Heryanto.

Saat anoatimes.id mencoba melakukan klarifikasi terhadap dr Asrida dengan datang ke RS Kota Kendari namun Dr Asridah tidak berada di tempat, awak anoatimes.id mencoba lagi dengan menghubungi nomor dr Asrida namun tidak direspon dan juga pesan singkat yang dikirim awak anoatimes.id juga tidak di respon oleh dr Asrida.

Baca Juga : RSUD Kota Kendari Diduga Lakukan Perbudakan Modern Terhadap Perawat

Surat pernyataan yang harus ditanda tangani perawat yang hendak masuk bekerja di RS Kota Kendari, salah satu pointnya tidak menuntut gaji diluar kemampuan Pemda dan Rumah Sakit. Foto : DPW PPNI Sultra for anoatimes.id

Sebelumnya, Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Heryanto mengatakan saat ini telah terjadi perbudakan modern terhadap perawat yang berkerja di Rusmah Sakit Kota Kendari.

“Mengapa saya bilang perbudakan modern sebab para perawat yang bekerja di RSUD Kota Kendari sebelum bekerja harus menandatangani sebuah surat pernyataan yang mana didalamnya ada point tidak menuntut gaji atau upah diluar kemampuan Pemerintah Kota Kendari dan pihak RSUD Kota Kendari,” ujar Heryanto beberapa saat lalu di kantor DPW PPNI Provinsi Sultra.

Menurut Heryanto pihaknya sudah mengantongi bukti adanya perbudakan modern tersebut yakni adanya selebaran yang harus di tanda tangani oleh seorang perawat yang hendak bekerja di Rumah Sakit milik Pemerintah Kota Kendari itu.

“Suratnya sudah ada sama saya sebagai bukti,” tegasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dimiliki DPW PPNI Sultra tercatat ada 131 perawat yang bekerja di RSUD Kota Kendari.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •