Dishub Sultra Kembangkan Kawasan Komersil di Pelabuhan Penyebrangan Amolengo – Labuan

oleh -100 views
Acara sosialisasi dan destiminasi program perhubungan di pelabuhan penyebrangan Amolengo - Labuan. Foto : Rahmat R/anoatimes.id

ANOATIMES.ID, KENDARI – Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mencanangkan pengembangan kawasan komersil berbasis masyarakat di pelabuhan penyebrangan Labuan – Amolengo.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Hado Hasina, pengembangan tersebut bertujuan untuk menyelenggarakan penyeberangan yg aman, selamat dan nyaman.

” Kita berencana memindahkan pedagang dari dalam kawasan pelabuhan untuk fokus berdagang di luar pelabuhan, di tempat itulah yang kita sebut sebagai kawasan komersil,” ucap Hado dalam acara Sosialisasi dan Desimimasi Program Perhubungan di Pelabuhan Amolengo dan Labuan bersama warga Labuan dan Warga Amolengo, Sabtu (03/11/2017).

Lanjut dia, pemindahan masyarakat yang berdagang di pelabuhan Labuan turut di bantu oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten Buton Utara.

Mantan Plt Sekda Butur ini menjelaskan, jika warga setuju maka pemindahan tersebut selain bisa terlihat rapi juga bisa memberikan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) bagi pemda.

” Kita akan pindahkan para pedagang ini secara serentak dan tentu tidak akan ada yang dirugikan semuanya akan diperbagus, dengan cara bertahap karena anggarannya bertahap juga. Kalau masih kendala nanti sampaikan ke kami agar bisa kita coba bantu, ” jelas Hado.

Mantan Kadis PU Butur ini menyebutkan, sementara ini sedang melakukan pekerjaan untuk terminal tipe B di kawasam pelabuhan Labuan.

” Rencananya kita akan bangun terminal disini, di tanah Buton ini hanya ada dua wilayah yang kita bangun untuk terminal yakni di Bau-Bau (Terminal Lakologou) dan Butur di Labuan ini,” tutur Hado.

 

Penyerapan aspirasi untuk pembangunan kawasan komersil berbasis masyarakat di pelabuhan penyebrangan Labuan – Amolengo oleh Dishub Sultra. Foto : Rahmat R/anoatimes.id

Untuk masyarakat Amelongi Hado juga menyampaikan hal yang sama, bahwa pembangunan kawasan komersil di area pelabuhan Amolengu adalah demi kenyamanan penumpang juga kenyamanan pedagang ada di lokasi tersebut.

Menurut Hado, segala bentuk kebijakan melibatkan masyarakat disekitar pelabuhan penyebrangan. Ia juga meminta masyarakat atau pegadang agar bersaing salam memberikan pelayanan kepada masyarakat penggun jasa feri penyebrangan tersebut.

” Semua yang kita lakukan ini adalah demi kepentingan kita bersama baik itu masyarakat ataupun para penumpang feri ini.

” Jika ada yang menemukan ada indikasi pungli segera melapor kepada saya supaya kita lakukan tindakan, ” tegas Hado dihadapan masyarakat Amolengo.

Dishub Sultra serap aspirasi masyarakat sekitar di pelabuhan penyebrangan Labuan – Amolengo. Foto: Rahmat R/anoatimes.id

Sementara itu, warga Desa Labuan, La Mini yang rumahnya terkena pembangunan kawasan komersil turut mengapresiasi rencana pembangunan tersebut.

 

“Rumah saya terkena gusuran tapi saya setuju yang penting pengurusan surat-surat tanah saya di lokasi yang baru bisa dibantu diuruskan,” harapnya saat mengikuti sosialisasi dengan Dishub Sultra di Labuan, Sabtu (02/11/2017).

Sama halnya warga Rahmat, mengatakan dirinya sangat bangga dengan pembangunan kawasan komersil tersebut.

Menurut dia, usai ditata Oleh Dishub para pedagang kini fokus berdagang dan bersaing sehat.

“Kami sangat berterimakasih kepada Kadishub Sultra, karena lewat penataan kawasan komersil ini tidak blepotan lagi menjual. Lewat ini juga kami kini pendatan kami menetap disini,” kicau Rahmat usai melakukan pertemuan dengan Dishub Sultra di Amolengo.

Untuk dikatuhi, pembangunan kawasan komersil berbasis masyarakat di Labuan Butur sekitar 2 Hektar dan di Amolengo Konsel sekitar 3,5 hektar.

Laporan : Rahmat R