Dishub Sultra Siap Amankan Jalur Mudik

oleh -36 views

ANOATIMES.ID, KENDARI
Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra berencana akan melaksanakan pengamanan di beberapa titik Lokasi baik jalur transportasi darat, laut maupun udara.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pelayanan dan memberikan tingkat keamanan transportasi pada jalur transportasi tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Hado Hasina menyebut untuk transportasi darat pada angkutan jalan dititik beratkan pada trayek AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), dan AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi).

“Untuk angkutan penyebrangan dititik beratkan pada tujuh lintasan yaitu Kolaka-Bajoe, Baubau-Waara, Torobulu-Tampo, Kendari-Wawonii, Dongkala-Mawasangka, Baubau-Dongkala, Lasusua-Siwa, Kamaru-Wanci, Amolengo-Labuan, ” bebernya Rabu (1/6/2017).

Hado melanjutkan untuk AKAP tersedia Bis sebanyak 93 dari 18 PO yang melayani rute Kendari-Makassar, Kendari-Tator dan Kendari-Luwuk atau semua wilayah Sulsel dan trayek AKDP akan dilayani 413 buah kendaraan berbagai jenis.

Mantan Plt Sekda Butur ini juga mengatakan kalau transportasi laut di sentralkan pada pelabuhan utama yaitu, Pelabuhan Baubau, Pelabuhan Kendari, Pelabuhan Kolaka, dan Pelabuhan Raha.

“Transportasi laut lintasan penyebrangan Kolaka-Bajoe itu kira sediakan kapal sebanyak 9 unit, Torobulu-Tampo tersedia 2 KMP (Feri) , Lintasan Amolengo-Labuan dilayani 2 KMP, Babau-Waara dilayani 2 KMP, Kendari-Langara dilayani 1 KMP, Mawasangka-Dongkala-Kasipute-Baubau dilayani 1 KMP, dan lintasan Kamaru-Wanci dilayani 1 KMP, ” jelasnya.

Hado melanjukan jika transportasi udara akan dititik beratkan pengendalian di Bandara Haluoleo Kendari, Betoambari Baubau, Matahora Wakatobi dan Bandara Sangia Bandera Kolaka dengan waktu penyelenggaraan tujuh hari sebelum (-7) sampai dengan tujuh hari setelah lebaran (+7).

Meskipun demikian Hado tidak akan mengesampingkan keselamatan transportasi, sebab keselamatan merupakan keadaan yang harus terwujud dari penyelenggaraan transportasi.

” Transporrasi yang lancar sesuai dengan prosedur operasi dan persyaratan kelayakan teknis terhadap sarana dan prasarana beserta penunjangnya, keselamatan ini paling penting,” harapnya.

Laporan : Rahmat R