DLH Wakatobi: PT Golden Belum Kantongi Izin Pengolahan Bahan Agregat

oleh
Lokasi Pengolahan/pencampuran bahan agregat kelas A PT. Golden Prima Sinar Lima Putra KSO yg diduga tak punya izin lingkungan

ANOATIMES.ID, KENDARI – Kegiatan pengolahan bahan material dasar hamparan badan jalan Agregat kelas A untuk pengaspalan jalan melalui Desa Komala menuju Bandar Udara Matohara di duga tidak mengantongi izin dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh PT. Golden Prima Sinar Lima Putra KSO, yang merupakan gabungan dari PT. Sinar Lima Putra dan PT. Golden Prima Wakatobi yang ditunjuk satu orang penanggung jawab yakni Hermanto.

Hermanto yang dikonfirmasi mengatakan aktivitas pengolahan yang dilakukan telah mengantongi izin lingkungan atas nama bupati Wakatobi yang ditandatangani Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

“Izin lingkunganya itu atas nama bupati tapi yang tanda tangan itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wakatobi,” kata Hermanto, saat dikonfirmasi via seluler, Kamis, (27/6).

Kegiatan pencampuran dasar hamparan badan jalan agregat kelas A tersebut, merupakan campuran dari batu krikil 2/3 takaran, Seplit 1/2 takaran, Medium 0,5 takaran dan abu batu yang dicampur dalam mesin penakar.

Berbeda dengan pengakuan Hermanto, Kepala DLH Kabupaten Wakatobi, Jaimuna mengungkapkan hal berbeda. Jaimuna mengataka PT Golden belum melaporkan mengenai kegiatan pengolahan/pencampuran bahan dasar agregat kelas A yang dilakukan.

“Biasa kalau mereka lakukan kegiatan itu harus melapor, kalau tempat mencampuran itu belum, tapi kalau kegiatan pengerasan nya itu ya, kita tahu itu ada izinnya tapi kalau untuk pengolahan itu belum,” ungkap Jaimuna.

Untuk diketahui pula, kegiatan PT. Golden Prima Sinar Lima Putra KSO itu, masuk dalam area perkebunan warga dan kawasan pertanian tanaman pangan perkebunan berdasarkan RTRW Kabupaten Wakatobi dan perda No 12 Tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Waktobi.

Oleh sebab itu, Jaimuna akan memerintahkan kepala bidang yang bersangkutan untuk melakukan pengecekan mengenai kegiatan yang dilakukan PT. Golden Prima Sinar Lima Putra KSO yang belum diketahui tersebut. PT Golden Prima Sinar Lima Putra KSO, diduga kuat melanggar UU No. 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup.

Laporan : Syaiful