DP3APMD Kabupaten Wakatobi Membangun Masyarakat

0
113

ANOATIMES.ID, WAKATOBI – Pemerintah Kabupaten Wakatobi, dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, H Arhawi dan Ilmiati Daud terus miningkatkan kesejahtraan masyarakat, hingga tingkat pedesaan. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemerintahan Desa (PMD) yang dipimpin La Ode Husnan kini peran para kaum wanita maupun ibu-ibu sudah semakin aktif ikut dalam menyukseskan pembangunan dan peningkaatan kesejahteraan masyarakat.

Adapun beberapa pencapai DP3APMD di masing-maing bidang antara lain:

A. Bidang Pemberdayaan Perempuan

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas P3APMD, Waode Musdalifah mengatakan kemitraan antara pemerintah dan masyarakat khususnya para wanita yang tergabung dalam tim penggerak PKK sudah semakin erat khususnya dalam membangun kemitraan yang baik. Tim Penggerak (TP) PKK merupakan gerakan yang muncul dari masyarakat sendiri, dimana para wanita khususnya para ibu sebagai motor penggeraknya, yang wilayah kerjanya menjangkau hingga pelosok desa bahkan sampai ke tingkat keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat

Pembuatan Icon Hati PKK

“Sejauh ini kerjasama dengan TP PKK kami anggap sangat efektif dan memberikan hasil yg nyata terlihat dari geliat partisipasi kaum perempuan wakatobi yang semakin nampak bahkan telah berhasil menorehkan prestasi hingga ke tingkat nasional” terang Wa Ode Musdalifah

Selama tahun 2017 bidang pemberdayaan perempuan mengelola 17 program kegiatan antara lain:

a. Mengadakan sosialisasi three ends plus, yang juga merupakan program unggulan kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yaitu :

  1. Akhiri kekerasan terhadap para anak.
  2. Akhiri perdagangan manusia.
  3. Akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan, plus akhiri ketertinggalan perempuan dalam Politik.

Sasaran dari ketiga poin tersebut adalah anggota TP PKK, tokoh perempuan, tokoh Masyarkat, dan para tokoh Agama.

b. Mengadakan pelatihan kepemimpinan dan pelatihan politik perempuan.

Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

Sasarannya adalah anggota Partai Politik Perempuan TP PKK dan Tokoh wanita, yang dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa percaya diri perempuan, memperkuat keterampilan perempuan dan kader organisasi perempuan dalam mengatasi isu prerempuan, mendukung munculnya keterampilan dan keterwakilan perempuan sebagai pengambil keputusan pada tingkat Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif, hingga terpenuhinya kuota 30% perwakilan perempuan di parlemen.

c. Program Terpadu Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).

Penerimaan Penghargaan Pakarti Utama III Tingkat Nasional Kategori Lingkungan Bersih dan Sehat

Sasaran kegiatan ini adalah, perempuan dengan tingkat kesejahteraan tergolong rendah, perempuan rawan sosial ekonomi, kesehatan dan pendidikan.

Tujuannya, meningkatkan status pendidikan, kesehatan dan keterampilan perempuan dalam usaha ekonomi produktif serta meningkatkn peran aktif perempuan dalam pengembangan masyarakat.

B. Bidang Perlindungan Anak

Kepala Bidang perlindungan anak Asriani, mengungkapkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan selalu terintegrasi bersama dengan kegiatan dibidang perlindungan perempuan, karena pada Dasarnya perlindungan anak dan perempuan dalam realisasinya dan yang menjadi objeknya adalah anak perempuan.

Advokasi pembentukan satgas perlindungan perempuan dan anak (PPA).

Selama ini, bidang perlindungan perempuan dan anak senantiasa mendampingi anak dibawah umur yang di duga menjadi sasaran tindakan kekerasan anak, untuk diberikan perlindungan.

Tak hanya kerjasama antar Bidang, Dinas perlindungan anak, bekerja sama pula dengan dinas-dinas lain seperti Dinas Kesehatan dalam mensosialisasikan Penanggulangan Kekerasan terhadap Anak.

Dinas P3APMD juga melalui Bidang Perlindungan Anak telah membentuk Advokasi Pembentukan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang di gelar di Hotel Plaza In Kendari.

Asriani menambahkan pihaknya telah mengusulkan Perbub tentang perlindungan perempuan anak yang bakal menjadi dasar tindakan pendampingan kekerasan pada anak.

“Sebenarnya kalau masalah kekerasan terhadap ini kan di Polisi namun, namun disini juga ada perlindungan perempuan dan anak, tapi kami hanya sebatas mendampingi, misalkan mendampingi jangan sampai psikologinya terganggu, artinya kita buat mereka nyaman,” tambahnya.

Kegiatan Forum Anak di Surabaya.

Perbub tersebut telah didorong oleh Dinas P3APMD melalui bidang perlindungan anak sejak tahun 2017 melalui penguatan kelembagaan dan tinggal menunggu relisasinya.

Saat ini Bidang Perlindungan anak telah merancang Peraturan Bupati (Perbub) tentang pemenuhan hak anak, yang dimaksudkan untu mewujudkan status kota layak anak.

C. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Sarimu, terus melakukan upaya-upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat dan desa baik dari program Nasional maupun program pemerintah Daerah.

“Tentunya dalam Upaya pelaksanaan kegiatan-kegiatan maupun peni gkatan Sumber Daya Manusia di desa, tentu kita harus mengacu kepada aturan yang berlaku,” tutur Sarimu.

Pelatihan keterampilan menajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)

Pelatihan Keterampilan manajemen badan usaha milik desa (BUMDES). Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa melalui Pelatihan Keterampilan Bumdes ini, berharap agar Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa, bisa termanfaatkan sebaik-baiknya untuk pemberdayaan masyarakat.

“Dengan adanya pelatihan seperti ini kita berharap anggaran desa itu bisa dimaksimalkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa, salah satunya dengan pendirian BUMDES ini,” kata Sarimu.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Sarimu, berharap dengan adanya Pelatihan Keterampilan Manajemen BUMDES ini, bisa meningkatkan kapasitas masyarakat dan berpikir secara kreatif sehingga bisa menghasilkan keterampilan didesanya.

Dengan Karakter Kabupaten Wakatobi sebagai Daerah Kelautan Perikanan dan Pariwisata, maka diharapkan pula, BUMDES bisa menghasilkan produk unggulan yang sesuai karakter masyarakatnya.

Dengan adanya BUMDES, Sarimu menyampaikan, kendala ataupun kekurangan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat dapat di inventarisir melalui BUMDES.

Pendirian BUMDES di Kabupaten Wakatobi Sudah tercatat pada Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebanyak 43 desa.

“Bumdes yang ada di Wakatobi ini yang tercatat itu sudah 43 Desa, dua diantaranya merupakan BUMDES bersama yaitu Kapota dan Waha Raya,” ungkapnya

Pemberdayaan masyarakat dan desa melalui pendirian BUMDES ini sudah menjadi sebuah kemajuan. Hal ini dapat dilihat dari pengelolaan BUMDES Desa kapota utara,yang sudah berjalan sekitar dua tahun. Bergerak di bidang distributor dan sembilan bahan pokok yang pada akhirnya kebutuhan masyarakat Kapota bisa dijawab dengan adanya BUMDES.

Desa Sommbu juga yang berada dikecamatan Wangi-wangi, BUMDES telah bergerak di dua bidang kegiatan yaitu simpan pinjam dan penjualan ayam potong.

Tak hanya pendirian Bumdes, Melaui Bidang perberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas P3APMD juga telah mendirikan Pembangunan Kawasan Pedesaan Waha Raya atau Tourisem Information Center (TIC), serta Pembangunan Pasar Desa untuk kawasan Pedesaan Kapota Raya.

Informasi berbasis teknologi yang menggunakan jaringan internetpun telah dikembangkan diseluruh desa dikabupaten wakatobi yang disebut Prodeskel (Profil Desa/Kelurahan).

Laporan : Syaiful

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here