DPRD Dorong Perusda Sultra Ambil Alih Pengelolaan Aspal Buton

oleh -12 views
La Ode Mutanafas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong Perusahaan Daerah (Perusda) Sultra untuk dapat mengambil alih pengelolaan Aspal Buton (Asbuton). DPRD menilai dengan diambil alihnya penggunaan Asbuton oleh Perusda tentu akan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Komisi III DPRD Sultra, La Ode Mutanafas mengatakan DPRD sudah menerbitkan Perda Nomor 2 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Pemanfaatan Asbuton Untuk Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten/Kota.

“Dalam Perda tersebut disebutkan bahwa bagi Kabupaten/Kota yang menggunakan Asbuton 100% (seratus persen) dari target total panjang program pembangunan dan pemeliharaan jalan yang menggunakan produk akhir aspal, maka pemerintah Provinsi akan memberikan insentif dan/atau subsidi untuk pembangunan jalan yang besarnya di tetapkan dengan Keputusan Gubernur,” ujar La Ode Mutanafas, Minggu (18/8/2019) malam.

Mutanafas menjelaskan dengan adanya Perda tersebut, Kontraktor pembangunan dan/atau pemeliharaan jalan dalam pelaksanaan lelang pekerjaan jalan wajib melampirkan perjanjian kerjasama dengan Produsen Asbuton sebagai salah satu syarat administrasi dalam pelelangan pekerjaan jalan. “Pengelolaan Asbuton oleh Perusda sangat tepat guna memaksimalkan penggunaan Asbuton yang pada ujungnya akan meningkatkan PAD,” tuturnya.

Berbicara kualitas Asbuton, kata Mutanafas sangat memenuhi standar nasional dan telah teruji di laboratorium dan bahkan sudah digunakan di provinsi lain di tanah air seperti di beberapa kabupaten di Sulawesi Tengah, dan beberapa jalan di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Selain kualitasnya telah teruji, harga Asbuton juga jauh lebih murah dibanding aspal cair impor yang didatangkan dari Singapura. Kelebihan lain dari Asbuton, yakni dapat digunakan kapan saja untuk pengaspalan jalan, sementara aspal jenis lain, harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca cerah,” jelasnya.

Politisi PAN Sultra ini, menambahkan dukungan terhadap rencana pengembangan pengelolaan Asbuton oleh Perusda Sultra bila perlu tidak hanya di wilayah Sultra, melainkan mencakup kerja sama dengan Provinsi lain di Indonesia. Langkah tersebut sebagai upaya strategis perusahaaan dalam mengembangkan usaha, sekaligus dapat meningkatkan kontribusi kepada PAD.

“Guna merealisasikan rencana tersebut, tentunya butuh dukungan dari Pemprov Sultra selaku pemilik saham perusahaan, dalam merumuskan kebijakan termasuk seluruh soal kerja sama, tentunya tak bisa lepas dari dukungan Pemrov Sultra,” katanya.

“Karena itu “political will” atau kemauan politik pemerintah sangat diharapkan mengaplikasikan perda pemanfaatan Asbuton untuk pembangunan infrastruktur jalan yang wajib di gunakan di wilayah Sultra, atau sekiranya Gubernur dan DPRD menghadap langsung Presiden dan DPR RI untuk membicarakan penggunaan Asbuton dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan secara Nasional,” tutup Wakil Ketua DPW PAN Sultra itu.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •