DPRD Kolaka Utara Ingkar Janji

oleh -6 views
Ketua Komisi I DPRD Kolut, Ansar Ahosa S. Sos
Ketua Komisi I DPRD Kolut, Ansar Ahosa S. Sos
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID KOLUT – Janji Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk melimpahkan kasus dugaan penggelapan dana keuangan desa oleh Kepala Desa Beringin Kecamatan Ngapa, H. Asis senilai Rp. 400 juta ke meja jaksa rupanya diulur. Jangka sepekan yang disepakati antara warga dan dewan sejak pekan lalu tersebut ditoleransi dengan alasan Asis sedang sibuk.

Ketua Komisi I DPRD Kolut Ansar Ahosa kepada wartawan mengatakan, alasan tambahan waktu kebijakan itu karena NA saat ini sibuk mengurus keluarganya yang akan berangkat ke tanah suci, Arab Saudi.

“Pertanggung jawabannya juga masih dilengkapi,” ujarnya.

Namun lanjut dia menegaskan, apabila kebijakan waktu itu belum dipenuji juga berupa pengembalian rupiah tersebut maka seyogyanya pihaknya benar akan melimpahkannya ke jaksa. Meskipun pihak warga yang dalam hal ini diwakili Ketua BPD Desa Beringin, H. Andi Olle menyepakati permintaan dewan tetap saja ada rasa kecewa yang terbesit di hatinya.

Pasalnya, tindakan ini sama saja mengulur-ulur waktu yang dideadlinekan bagi HA. Jika hal tersebut tidak ada kejelasan nantinya, H. Andi menegaskan akan melakukan unjuk rasa karena dipandang melindungi tindakan dugaan penggelapan dana oleh yang disangkakan pada NA.

“Ia ada kesepakatan, kecewa sih tetapi kami koperatif. Tetapi jika diulur terus kami akan unjuk rasa,” tegasnya.

Rupanya, dugaan korupsi dana kas desa tersebut sudah terendus kemana-mana. Bahkan, usai dituntut warganya ke meja dewan berupa desakan pengembalian dana senilai kurang lebih Rp. 400 juta tersebut kini mulai jadi bulan-bulanan penyidik.

Tim pemeriksa dari Inspektorat dalam hal ini Inspektur pembantu (Irban) wilayah 2, Haeril bersama anggotanya terjun langsung mempertanyakan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang sepengakuannya belum pernah diterimanya.

“Kita akan kroscek di lapangan letak pelanggarannya termasuk bukti proyek pengerjaan fisik,” bebernya.

Tidak hanya pihak Inspektorat yang terjun melakukan pengusutan akan digaan penggelapan dana yang diduga masuk ke kantong pribadi sang kades, penyidik dari jajaran Polisi Resort (Polres) Kolut rupanya juga sudah melakukan penyelidikan.

Hal ini dibenarkan Kasat Reskrim Polres Kolut, Iptu Indah Puspasari saat dikonfirmasi terpisah. Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan memintai keterangan dari para saksi.

“Iya benar, masih lidik mengumpulkan bukti-bukti di lapangan,” ujarnya.

Indah tidak berkomentar banyak menyangkut temuan apa saja yang sudah dikantongi untuk sementara. Adapun tudingan-tudingan kecurangan yang dialamatkan pada sang kades akan dicocokkan sebagaimana fakta lapangan dan keterangan dari para saksi.

Laporan : Yos

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •