DPRD Konkep Bawa Persoalan Pelabuhan Nipa-nipa ke Polisi

oleh -11 views
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Abdul Rahman
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    31
    Shares

ANOATIMES.ID, KENDARI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), telah selesai melakukan pembahasan rapat internal terkait persoalan ambruknya Pelabuhan Nipa-nipa di Desa Tumburano, Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konkep.

Hasilnya, DPRD Konkep merekomendasikan persoalan ambruknya pelabuhan yang menelan anggaran Rp 3,4 miliar tersebut ke Polda Sultra.

“Rekomendasinya sementara di buat oleh sekretariat. Ditujukan ke Polri (Polda Sultra),” tulis Wakil Ketua DPRD Kabupaten Konkep, Abdul Rahman kepada anoatimes.id melalui pesan singkat, Selasa (6/3) malam.

Sebelumnya, Abdul Rahman mengungkapan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), beberapa kejanggalan dalam pengerjaan Pelabuhan Nipa-nipa ialah tinggi pelabuhan dikurangi sekitar satu meter, cara pembesian tidak layak, dan penggalian yang juga dikurangi.

“Kontraktor melakukan CCO, kami tidak tahu apa alasan kontraktor mengajukan permohonan CCO, tapi itu terkesan kontraktor tidak sanggup kerja,” tutur Abdul Rahman.

Selain itu, DPRD juga meminta laporan hasil pengawasan dari Konsultan Pengawas selama melaksanakan tugas pengawasan, namun Konsultan Pengawas yang diketahui bernama Rahmat tidak dapat menunjukannya.

“Kita minta mana bukti pengawasan dari Konsultan Pengawas dari awal pengerjaan hingga akhir, ternyata tidak ada bukti dokumentasi. Idikasikan tidak melakukan pengawasan,” ujarnya.

Pelabuhan Nipa-nipa di kerjakan oleh PT Roda Indah Perkasa (RIP) pada Juli 2017 dan tuntas pada September 2017. Kala itu, Konsultan Perencana ialah Mustaman sebelum dirinya duduk di DPRD Konkep, sedangkan Konsultan Pengawas ialah Rahmat.

Untuk diketahui, sebelumnya Polda Sultra telah turun meninjau konstruksi ambruknya Pelabuhan Nipa-nipa.

Laporan : Awi

  •  
    31
    Shares
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •