DPRD Konkep : Pelabuhan Rakyat Sawaea Bukan Untuk Kepentingan PT GKP

oleh
Wakil Ketua DPRD Konawe Kepulauan (Konkep), Jaswan

ANOATIMES.ID, KONKEP – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) berang dengan aktivitas perusahaan tambang PT Gema Kreasi Perdana (GKP) lantaran diduga melakukan aktivitas bongkar muat Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pelabuhan Sawaea, Wawoni Selatan yang merupakan pelabuhan rakyat.

Wakil Ketua DPRD Konkep, Jaswan mengatakan dengan adanya penggunaan Pelabuhan Rakyat oleh PT GKP sangat merugikan masyarakat, sebab pelabuhan rakyat sawaea dibangun untuk kepentingan masyarakat bukan untuk kepentingan perusahaan tambang, PT GKP.

“Ini sangat merugikan masyarakat,” tegas Jaswan via seluler, Rabu (3/7/2019) malam.

Kata Jaswan, Pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan telah memiliki aturan yang wajib dipatuhi dan dilaksanakan semua perusahaan tambang termasuk PT GKP. Dalam hal ini, untuk melakukan aktivitas bongkat muat BBM maupun aktivitas peruhaan haruslah di pelabuhan yang sifatnya khusus yakni Jeti atau terminal khusus (tersus).

“Punya aturan main termasuk bongkar muat BBM,” katanya.

Untuk itu, DPRD bakal melakukan pemanggilan kepada PT GKP untuk mengklarifkasi mengapa perusahaan tambang tersebut melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan rakyat. “Dalam waktu dekat kita akan panggil mereka (PT GKP, red),” tuturnya.

Lebih lanjut, menurut Jaswan ada yang janggal dengan izin penetapan wilayah tersus PT GKP yang saat ini tengah dibangun, sebab bila di cermati izin yang dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan Laut bertentangan dengan aturan.

“Kenapa saya katakan demikian, rekomendasi Bupati Konawe tahun 2011 yang dijadikan acuan untuk penetapan tersus tersebut jauh sebelum Konawe kepulauan mekar sementara rekomendasi gubernur tahun 2018 saat Pak Teguh (Pj Gubernur Sultra terdahulu) rekomendasi keluar tahun 2018,” ungkapnya.

“Untuk itu pemerintah juga harus tegas terhadap PT GKP,” tutupnya.

Laporan : Jovi