DPRD Konkep Sebut Ambruknya Pelabuhan Nipa-nipa Karena Tidak Sesuai Bestek

oleh -16 views
Ketua Komisi II, DPRD Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Muhammad Yasran
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Ambruknya Pelabuhan Nipa-nipa di Desa Tumburano, Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) pada Senin (19/2/2018) lalu, di duga karena bangunan fisik pelabuhan tidak sesuai dengan bestek seperti yang dibuat konsultan perencana.

Ketua Komisi II, DPRD Konkep Muhammad Yasran mengatakan proyek yang menelan anggaran Rp 3,4 miliar ini sudah pernah di hearing DPRD Konkep di awal pembangunannya.

“Dulu kita pernah hearing di DPRD,” ujar Muhammad Yasran, Rabu (21/2/2018).

Menurut, Muhammad Yasran pada saat hearing di DPRD Konkep yang di hadiri oleh Kontraktor PT Roda Indah Perkasa (RIP), Konsultan Perencanaan, Konsultan Pengawas, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Konkep, terkuak bahwa pembangunan Pelabuhan Nipa-nipa tidak sesuai bestek.

“Menurut Konsultan Perencana apa yang dilakukan Kontraktor (PT RIP) salah, karena tiang itu dia (PT RIP) cor di darat lalu dikasih turun di laut melalui beberapa drum, seharusnya menurut Konsultan Perencana saat itu harus di cor di laut, agar cor itu melekat tidak goyang, ” tuturnya.

“Jadi robohnya itu karena goyangnya tiang, kan di bawah itu tidak ada yang melekat, dulu disampaikan agar di rubah itu. Rekomendasi kita (DPRD) waktu itu untuk di ubah proses pengerjaan tiangnya,” tambahnya.

Untuk itu, DPRD Konkep rencana akan memanggil PT RIP, Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas, dan Dishub Konkep untuk melakukan hearing.

“Senin (26/2/2018) nanti, Insya Allah kami akan panggil hearing kembali, apakah rekomendasi pada saat hearing di awal pembangunan Pelabuhan Nipa-nipa dijalankan apa tidak,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Pelabuhan Nipa-nipa mulai dikerjakan oleh PT RIP pada Juli 2017 dan rampung pada September 2017 dengan menelan biaya Rp 3,4 miliar.

Sampai berita ini di publis, belum ada konfirmasi resmi dari PT RIP.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •