Dua Daerah di Sultra Dominasi Laporan di KPK

oleh -6 views
Sumber Foto : Kupastuntas.co
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares

ANOATIMES.ID. KENDARI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) paling banyak menerima laporan pengaduan masyarakat dari dua daerah di Provinsi Sulawesi Tenggata (Sultra), yaitu Kabupaten Buton dan Kota Kendari.

Hal tersebut diungkapkan Tri Gamareva Koordinator Wilayah Sulawesi Unit Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK.

“Daerah Kabupaten Buton sebanyak 50 laporan dan Kota Kendari sebanyak 38 laporan aduan masyarakat masuk ke KPK,” ungkapnya dalam Rapat Koordinasi dan Supervisi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Provinsi Sultra, di aula Bahteramas, Rabu (28/3).

Gamarefa mengatakan, banyaknya laporan aduan masyarakat ke KPK menunjukkan dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan daerah.

“Dari kajian KPK ada beberapa titik rawan yaitu perencanaan dan penganggaran yan cenderung saling cari atau barter kepentingan antara eksekutif dan legislatif atau sebaliknya,” katanya dihadapan seluruh bupati/walikota se-Sultra.

Menanggapi laporan itu, salah satu Komisioner KPK Basariah Panjaitan menerangkan kalau laporan tindak pidana korupsi (Tipikor) dari masyarakat masuk ke KPK tidak otomatis langsung ditindak lanjuti.

“Laporan yang masuk ke kami masih perlu dipilah. Karena dari pengalaman kami laporan yang masuk tidak semuanya pidana korupsi bahkan ada laporan aduan seperti perdata, penipuan dan KDRT,” jelasnya usai kegiatan rakor dan supervisi KPK yang dihadiri pj gubernur serta unsur forum pimpinan daerah kabupaten/kota.

Lebih lanjut Basariah menerangkan laporan itu masih dipilah lagi apakah masuk kewenangan KPK atau tidak.

“Ada tiga syarat yaitu, pelakunya harus penyelenggara atau penegak hukum, bentuk kerugiannya satu minimal satu milyar dan kasus tersebut menjadi perhatian utama masyarakat,” terangnya.

Laporan: Man

 

  •  
    6
    Shares
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •