Dua Pelari Kenya Jawara Lari 10 Kilo Meter pada Penutupan Festival Meleura

oleh -91 views
Bupati Muna, LM Rusman Emba (Kiri, bertopi) bersama para pemenang lomba lari 10 Kilo meter. Foto : Jufri / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, MUNA – Festival Meleura Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi di tutup, penutupan dilakukan oleh Wakil Bupati Muna, Abdul Malik Ditu, Minggu (24/12/2017) kemarin.

Seblelum penutupan dilakukan, terlabih dulu dilaksanakan lomba lari 10 kilo meter dengan titik star Desa Kondongia Barat, Kecamatan Lohia. Lomba lari 10 Kilo meter ini tidak hanya diikuti oleh masyarakat lokal saja, akan tetapi juga di ikuti oleh dua pelari luar negeri berkebangsaan Kenya, yakni David Kibet dan Ciprian Kio Gora.

Ke dua pelari asal Kenya tersebut berhasil manaklukan rute lomba lari yang terjal dan berbukti dan menjadi jawara dengan hanya menempuh waktu 32 menit hingga sampai ke garis finis. Al hasil David Kibet dan Ciprian Kio Gora berhasil memboyong piala dan uang tuai jutaan rupiah.

Baca Juga : Prabowo Beri Instruksi ke Prof Masihu

Di hari penutupan juga, tidak hanya perlombaan lomba lari saja yang dipertandingkan akan tetapi juga pemilihan Putra Putri Pariwisata Kabupaten Muna atau dalam bahasa daerahnya Dhangka dan Kalambe Wuna. Di ajang pemilihan Dhangka dan Kalambe Wuna ini, utusa dari Kecamatan Lohia berhasil menjadi pemenang.

Mereka ialah, Rismon Sudrajab menyandang Dhangka dan Wa Lasi menyandang Kalambe Wuna. Ke duanya pun berhasil membawa piala dan ung tunai jutaan rupiah, bahkan Dhangka dan Kalambe Wuna ini juga mampu membuat Bupati Muna, LM Rusman Ema meronggok rupiah dari kantong pribadinya.

Untuk diketahui, Festival Meleura Kabupaten Muna ini berlangsung lancar dan sukses dimana dalam festival meleura ini mengangkat budaya-budaya lokal Kabupaten Muna.

Pelaksana tugas Gubernur Sultra, Salah Lasata memberikan apresasi kepada panitia khususnya Pemenrintah Daerah Kabupaten Muna yang sampai saat ini tetap menjaga kebudayaan Kabupaten Muna, dan mencegah tergerusnya budaya lokal oleh zaman yang semkain modern ini.

“Festival Meleura ini menjadi pemantik lahirnya budaya yang dianggap ‘aneh’ zaman now, dan mampu mengedukasi ke masyarakata tentang Budaya lokal Kabupaten Muna,” tuturnya.

Laporan : Jufri

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •